oleh

Gubernur Akmil Minta Taruna Harus Menjaga Disiplin dan Etika Saat Latihan Praktek Ilmu Medan

OKEBUNG I
Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Totok Imam Santoso., S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) meninjau latihan praktek ilmu medan taruna Akmil Tingkat II/Sertar (Sersan Taruna) di Desa Jogomulyo hingga Kliwonan, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2020).

Sementara itu, latihan kali ini telah diikuti sebanyak 238 taruna Kecabangan Infanteri (Inf), dan dihadiri para pejabat Distribusi Akmil, seluruh pelatih dan pendamping Taruna Batalyon Dewasa dan para pendukung latihan.

Terakait latihan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para taruna dalam Ilmu Medan Taruna Akmil Kecabangan Infanteri. Berupa melaksanakan Latihan dan Praktik Ilmu Medan. Adapun materinya seperti Resection (menentukan kedudukan sendiri), mengerjakan persoalan TP (Titik Pangkal) /GP (Garis Pangkal) dan Koordinat, melaksanakan Jalan Peta/Kompas dan praktek Jalan kompas malam.

Gubernur Akmil Mayjen TNI Totok Imam mengatakan sasaran dari kegitan Latihan Praktek Ilmu Medan Taruna Akmil Tingkat II/Sertar agar taruna mampu melaksanakan praktik pengetahuan ilmu medan dengan baik dan benar di medan sesungguhnya.

Olehnya itu, Mayjen TNI Totok Imam berharap kepada seluruh taruna yang melaksankan latihan (Taruna Tingkat II/Sertar, red) agar selalu menjaga disiplin dan menjaga etika juga norma, aturan selama melaksanakan latihan, karena Latihan tersebut akan melintasi perkampungan.

“Melalui praktik Ilmu Medan Taruna, harus mampu mengaplikasikan pelajaran teori di kelas yang selama ini diberikan oleh para pelatih. Dan ingat jaga disiplin dan etika saat mengikuti latihan,” tandas Mayjen TNI Totok Imam Santoso.

Sementara itu, Komandan Latihan Praktik Ilmu Medan Taruna Akmil Tingkat II/Sertar Kadepmildas (Kepala Departemen Militer Dasar) Kolonel Inf Victor Deny menyampaikan, materi Latihan dan Praktik Ilmu Medan tersebut merupakan materi dari Latihan Perorangan Dasar (LPD).

“Para Taruna ini belajar cara membidik sudut kompas dengan tepat dan benar sesuai koordinat di medan sebenarnya, dan ilmu ini sangat penting sebagai bekal apabila nanti telah menjadi prajurit dan mendapat tugas di medan tempur, tidak kehilangan arah dan dapat menguasai medan,” terang Kolonel Inf Victor Deny. (Muhis)

News Feed