oleh

GMRI Desak Kapoldasu Usut Tuntas Kasus Penipuan Bidan PTT & Korupsi Plt Bupati Tapteng

OKEBUNG|
Belasan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia (GMRI) Sumatera Utara, kembali berunjuk rasa ke Mapoldasu, Senin (27/04/2015) siang.

Kedatangan massa meminta kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo untuk mengusut tuntas kasus penipuan Bidan PTT dan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Plt Bupati Tapanuli Tengah, Syukran Jamilan Tanjung.

Dalam aksi itu, massa yang dipimpin Muhammad Addullah selaku Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia (GM-RI) bersama Koordinator Lapangan Rahmat Kurniawan dan M.A.Husairi selaku koordinator Aksi hanya berorasi sambil bersorak, di depan gerbang Mapolda Sumut.

“Kapoldasu dimintaa secepatnya mengusut tuntas kasus itu dan segera menangkap Plt Bupati Tapanuli Tengah yang diduga menyalah gunakan jabatannya,” ungkap kordinasi Aksi M.A.Husairi.

Selain itu massa GMRI juga meminta Kapoldasu Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo agar profesional dan lebih serius serta tegas mengusut kasus penipuan Bidan PTT dan dugaan kasus korupsi,yang diduga melibatkan Plt Bupati Tapanuli Tengah Syukran Jamilan Tanjung dengan modus penyalahgunaan kekuasaan selaku pejabat negara dengan melakukan penipuan penerimaan bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Kabupaten Tapanuli Tengah,Sumut,”teriak koordinator aksi diikuti massa lainnya.

Massa juga mengatakan Poldasu jangan tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum di Sumut.karena menurut laporan tentang issu terbitnya SP3.

Dalam kasus penipuan Bidan PTT yang di laporkan Sumiati Daeng dan Yusnidar Laoli,dengan nomor LP/1011/IX/2014 SPKT”II” tanggal 11 September 2014 tidak diperoleh bukti yang cukup,hal ini berdasarkan pasal 109 Ayat 2 UU No.8 tahun 1981,”ungkap Massa

Pak Polisi saat ini kondisi negara semakin curat-marut jangan ditambah lagi,Dan kami datang kemari untuk mencari keadilan,dan akan mengawal kasus ini sampai tuntas supaya hukum menjadi panglima dinegeri ini khususnya di Sumatera Utara,”kata massa seraya berteriak hidup mahasiswa.hidup mahasiswa.

Diakhir orasinya massa juga meminta agar Syukran Jamilan Tanjung dapat diproses lebih cepat karna telah menyalahgunakan uang negara yang bersumber dari dana APBD. Provsu tahun 2007 dan 2010 senilai Rp,12 Miliar serta meneriama bantuan sosial dari Pemkab Tapteng pada tahun 2007 yang juga sampai hari ini diduga tak kunjung selesai,”teriak massa

Aksi massa yang berjalan hampir satu jam itu akhirnya diterima Kaur PID Kompol Jonni mengatakan, bahwa Poldasu tidak akan mebiarkan kasus ini begitu saja,Poldasu tetap akan melanjutkan kasusnya dan apa yang menjadi tuntutan adik-adik akan kami teruskan kepada Kapolda sumut,”katanya [el]

Fotoist\okb

News Feed