oleh

Gelapkan Uang Ratusan Juta,Staf Perusahaan Gol di Polsek Delitua

OKEBUNG|
Herawati alias A Ling (38) seorang karyawan staf pembukuan yang bekerja di perusahaan plastik di Jalan Brigjen Zein Hamid Medan terpaksa harus merasakan dinginnya jeruji sel Polsek Delitua.

Pasalnya,wanita ini ditangkap petugas Reskrim Polsek Delitua, Sabtu (17/01/2015) siang karena terbukti melakukan penggelapan uang sebesar Rp384 juta.

Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIK,MH melalui Kanit Reskrim, AKP Martualesi Sitepu,SH,MH kepada okebung.com mengatakan, tersangka A Ling, warga Jalan Brigjen Zein Hamid Gang Baru ini ditangkap atas laporan Candra (30) selaku pemilik perusahaan.

Dalam laporan korban, akibat ulah karyawanya itu, perusahan merugi hingga Rp 348 juta.Terungkapnya penipuan yang dilakukan A Ling diketahui kamis (15/01/2015) sekira pukul 17.00 WIB.Saat Candra selaku pemilik perusahaan sedang melakukan pemeriksaan pembukuan.

“Ternyata A Ling memalsukan bon pembelian yang masuk ke perusahaan dgn cara dua selip bon faktur yg sama berbeda harga,Setelah dicek, ternyata bon yang diberikan tersangka kepada pembeli dan rangkap yang tinggal di perusahaan berbeda” sebutnya,dimana satu lembar nya dirubah harganya lebih tinggi .

Lanjut dikatakan, setelah kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruang penyidik, A Ling mengaku melakukan penipuan sejak Tahun 2012 lalu. Sehingga perusahaan menderita kerugian sebesar Rp 348 juta.

Lalu, setelah dilakukan konfrontir, ibu beranak satu ini kemudian menyerahkan sisa hasil penggelapan yang dilakukan sebesar Rp 250 juta, kata Martualesi Sitepu seraya mengatakan tersangka akan dijerat dengan pasal 374 sub 378 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara menurut A Ling saat diwawancarai mengaku nekat melakukan penipuan karena terdeksak kebutuhan keluarga.”Uang itu aku buat untuk bantu orang tua karena sudah sakit-sakitan. Karena gaji suamiku yang bekerja di sebuah toko spare part kereta, tidak mencukupi”, kata A Ling.tersangka dijerat dengan pasal 374 Sub 372 yo 378 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (jek)

News Feed