oleh

Gelapkan Mobil. Suzuki APV,Rudi Dibekuk Polsek Delitua

OKEBUNG|
Rudi Hartono (45) warga Jalan Brigjend Katamso Gang Lampu 1 No 28, Kel Kampung Baru, Kec Medan Kota terpaksa mendekam di tahanan Polsek Delitua.Pasalnya pria ini ditangkap lantaran menggelapkan mobil Suzuki APV BM 1324 TI warna hitam Widia Setia Hati (41) warga Jalan Pinang, Pekanbaru Kota,Prov Riau, Senin (27/10/2014) kemarin.

Kejadian tersebut berawal disaat perkenalan Rudi dan Suwarni (39) asal Galang, saat berada di dalam bus Mahera berangkat dari Medan tujuan Pekanbaru, Rabu (22/10/2014) kemarin.

Setibanya di perjalanan, Suwarni tak lepas komunikasi dengan suaminya Sahut Nasution (40) yang sudah 1 tahun berada di Pekanbaru bekerja di ladang milik Widia pun keberangkatan Suwarni berdasarkan keinginan suaminya yang tak percaya kalau Suwarni sudah jatuh dan mengenakan tongkat saat berjalan.Guna memastikannya, Sahut menyuruh Suwarni untuk datang ke Pekanbaru.

Setibanya di pertengahan jalan, batre hp Suwarni lowbet dan membuat Rudi menawarkan diri agar Suwarni menghubungi suaminya dengan menggunakan hp milik Rudi. Ditengah perjalanan, tepatnya Kamis (23/10/2014) siang sekira pukul 11.00 WIB, mereka tiba di daerah Kandis,Riau dan bertukar bus yang semulanya bus Mahera kini mereka berpindah menaiki bus Makmur.
Hingga akhirnya sejam kemudian Suwarni tiba di terminal Pekanbaru dan menghubungi Widia agar menjemputnya di terminal, masih bersama dengan Rudi sebelum di jemput ia sempat meminta nomor hp Suwarni.

Berselang beberapa menit kemudian, Widia tiba di terminal dan menghampiri Suwarni yang masih bersama dengan Rudi yang membantunya untuk membopong tas milik Suwarni ke dalam mobil. Kemudian, Suwarni berpamitan kepada Rudi dan pergi duluan meninggalkannya. Keesokan harinya, Jum’at (24/10/2014) siang sekira pukul 13.30 WIB, Widia bersama dengan Magdalena (59) ibunya dan juga Suwarni berangkat dari rumah menuju RS Awal Bros, Panam, Pekan baru, untuk menjenguk adik Widia yang baru saja selesai operasi.

Sesampainya disana Rudi pun menghubungi Suwarni dan meminta pertolongannya untuk menyewa mobil milik Widia yang pada saat itu dilihatnya ketika di terminal. Seakan terhipnotis oleh kata – kata yang diucapkan Rudi membuatnya mempertanyakan langsung kepada Widia pemiliknya.

Widia pun yang merasa kalau Suwarni sudah kenal lama dengan Rudi mengizinkannya dan memperbolehkan Rudi menyewa mobilnya itu dengan tarif Rp 400 ribu. Rudi pun menyusul mereka di rumkit tersebut.

Sesampainya Rudi langsung menghubungi Suwarni dan bertemu di bawah. Widia pun meminta izin kepada ibunya Magdalena untuk pergi keluar sebentar bersama dengan Suwarni. Pada saat itu juga sekitar pukul 12.30 WIB, Rudi mengajak keduanya untuk mengisi bahan bakar mobil itu ke SPBU daerah Panam, Pekanbaru. Seperti terhipnotis, keduanya menyetujui permintaan Rudi dan ikut bersama dengannya menuju SPBU.

Usai mengisi bahan bakar dengan, ia pun kembali mengajak keduanya untuk menjemput kakaknya di daerah Pasir Pengaraian, untuk mengantarnya ke pesta dan tiba disana sekitar pukul 18.30 WIB

Sesampainya di rumah kakaknya, langsung kakaknya Rudi masuk dan menuju ke daerah Bambu Kuning lokasi pesta yang dimaksud kakaknya Rudi. Sesampainya di lokasi, kakaknya turun dan saat itu pula Rudi meminjam hp Widia untuk menelfon seseorang, masih seperti dalam pengaruh hipnotis, Widia menurut saja dan bukan menelfon, Rudi malah tancap gas dengan kecepatan tinggi ke arah sawit – sawit sepi di daerah Duri, yang kemudian menitipkan keduanya ke rumah keponakannya yang terdiri dari suami – istri dan empat orang anak ponakannya tersebut.

Rudi pun meninggalkan keduanya tanpa memberitahu kemana tujuannya. Tak diberi makan dan minum, Sabtu (25/10/2014) sore sekira pukul 16.00 WIB, Rudi kembali ke rumah tersebut dan membawa Suwarni dan Widia ke Medan tepatnya di Jalan Jamin Ginting, Kec Medan Selayang, dan tiba di hotel Hawaii, Minggu (26/10/2014) sekira pukul 03.00 WIB, kemudian Rudi pergi lagi dan meninggalkan keduanya di hotel tersebut.

“Saya gak sadar dan nurut aja sama dia dek. Ditinggalnya kami di daerah Duri, katanya itu ponakannya dan ketika kami tanya memang benar dan mereka mengatakan gak mungkinlah si Rudi jahat dan membawa kabur mobil itu sedangkan pemiliknya dititipkan di rumah saudaranya. Kami gak dikasi makan selama beberapa jam, tiba – tiba sore dia balik lagi dan membawa kami ke Medan,” terang Widia kepada wartawan.

Tak lama kemudian, Senin (27/10/2014) sekira pukul 02.00 WIB, Rudi kembali mendatangi keduanya di hotel tersebut tanpa membawa mobil Suzuki APV milik Widia, sempat ditanya keberadaan mobil itu, Rudi menjawab kalau mobil tersebut berada di salah satu bengkel daerah Gatsu (Gatot Subroto), sedikit percaya membuat mereka istirahat di kamar masing – masing. Widia yang tak tidur dan tetap memperhatikan gerak – gerik Rudi, kembali menanyakan mobilnya itu namun Rudi tetap memberikan jawaban yang sama yakni di bengkel daerah Gatsu. Kemudian beberapa anggota kepolisian berpakaian preman membawanya ke lokasi untuk mengecek mobil tersebut dan ternyata tak ada. Polisi yang merasa dipermainkan kembali bertanya kepada Rudi yang akhirnya mengaku kalau mobil tersebut di gadainya seharga Rp 6 juta di daerah Jalan Ardagusema, Kel Delitua Timur, Kec Delitua.

Kemudian, Selasa (28/10/2014) malam sekira pukul 23.00 WIB, anggota kepolisian Polsek Medan Kota mencari mobil tersebut bersama dengan Rudi. Saat di cari ternyata mobil tersebut ada dan terparkir di pinggir jalan, tanpa basa – basi pihak kepolisian Polsek Medan Kota yang berkoordinasi dengan kepolisian Polsek Delitua membawa barang bukti mobil Suzuki APV tersebut dari lokasi dan membawanya ke Polsek Delitua juga mengamankan Rudi Hartono.

Sementara Widia yang sudah menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada anggota kepolisian Polsek Medan Kota, langsung mendapat kabar bahwa mobilnya tersebut telah ditemukan dan kini berada di Polsek Delitua.

Widia dan Suwarni beserta keluarga Widia yang juga menghubungi suaminya Kopka Alex Donsu, anggota Pomdam I BB, Pekanbaru, Riau, untuk menemuinya di Medan dan sama – sama mendatangi Polsek Delitua, Rabu (29/10/2014) siang sekira pukul 13.00 WIB, guna mengurus permasalahan mobil tersebut.
“Tak lama dek, saya dapat kabar kalau mobil itu udah ditemukan dan berada di Polsek Delitua. Senang sekali saya dek, kemudian saya menghubungi suami dan keluarga saya agar mereka ke medan menemui saya dan mengurus permasalahan ini,” ungkap ibu empat anak ini.

Terpisah, Kapolsek Delitua,Kompol Anggoro Wicaksono,SH,SIk,MH melalui Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Martualesi Sitepu, ketika dikonfirmasi membenarkan kalau tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Delitua yang sebelumnya telah dikoordinasi oleh pihak Polsek Medan Kota dan akan segera memproses tersangka.
“Memang benar tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Delitua yang sebelumnya telah berkoordinasi oleh Polsek Medan Kota, kemudian tersangka akan kita proses usai korban membuat laporan resmi. Dan kita masih akan melakukan pengembangan terhadap penadahnya yang kini masih buron,” ungkap Martualesi.(RZ)
Foto:Ilustrasi

News Feed