oleh

Gara-Gara Mobil, Anak Lampung Diculik dan Disiksa Pria Bersenjata

OKEBUNG|
Dengan kedua tangan tergari Gusman (23) warga asal Lampung yang ngekost di JalanSrigunting, Kec Sunggal,Kab Deliserdang,Sumatera Utara mendatangi Polsek Sunggal, Kamis (23/04/2015 sekirapukul 15.00 WIB.

Pria yang bekerja sebagai tukang antar barang pecah belah di Grosir Kampung Lalang ini mau melaporkan kasus penganiayaan serta penculikan yang dialaminya.

Kepada wartawan,Gusman mengaku penculikan terhadap dirinya terjadi pada Rabu (22/04/2015) sekira pukul 23.00 WIB kemarin. “Ceritanya gini bang. Jadi semalam aku kan mau jalan-jalan ke rumah kawanku di Tanjung Sari. Aku naik becak bang. Pas sampai di Jalan Pajak Melati tiba-tiba becakku dipepet sama 2 orang pria naik sepeda motor Yamaha Vixion. Salah satunya namanya Aman alias Borong (25) warga Kavleri Asam Kumbang. Dia itu kawanku juga bang. Terus langsung dipaksanya aku ikut naik sepeda motornya bang,” ujar Gusman dengan logat bahasa Lampungnya.

Karena takut dengan ancaman pelaku yang mengatakan akan menembaknya jika tak mau ikut akhirnya Gusman mau ikut. “Aku dibawaknya ke Cafe Titi Bobrok Tanjung Selamat bang. Di situ ada sungai. Ya udah diikatnya aku di pohon dekat pinggir sungai itu bang. Di situ aku diinterogasinya bang,” ungkap Gusman lagi.

Lanjutnya, sambil memegang sebuah senjata air soft gun, pelaku memukulkan kepalanya menggunakan gagang pistol tersebut. “Pelaku itu nanyak bang katanya dimana kawanku si Ari. Karena aku tak tahu dia dimana ya ku bilang tak tahu lah bang. Tapi pelaku itu terus mencari si Ari ini. Jadi sekitar sebulan lalu kawanku si Ari, anak satu kampungku pernah menggadaikan mobil jenis Avanza kepada pelaku bang. Kalau tidak salah sekitar Rp11 juta digadaikannya. Rupanya mobil itu rentalan bang, ya diambil yang punya lah. Setelah itu si Ari ini menghilang. Dan menurut informasi yang ku dengar dia kabur ke Aceh. Pelaku ini kenal dengan si Ari memang melalui aku bang. Jadi pelaku ini ngejar-ngejar aku terus bang. Padahal udah ku bilang aku tak tahu si Ari itu dimana,” jelas Gusman.

Akhirnya korban berhasil meloloskan diri dari penyekapan yang dilakukan pelaku karena meronta-ronta sehingga membuat pengikatnya terlepas. “Badanku diikatnya ke pohon pisang bang. Kedua tanganku digarinya. Tapi mungkin berkat pertolongan Tuhan aku bisa selamat bang. Setelah memukuliku kedua pelaku meninggalkanku bang. Satu malaman lah aku di situ bang sampai tadi aku bisa lolos,” katanya.

Pantauan dikantor polisi setelah gari ditangan korban terlepas dengan dibantu oleh petugas ia terlihat meninggalkan kantor polisi. “Aku pulang ajalah bang. Ku laporkan pun ke kantor polisi tak ada guna kayaknya bang. Soalnya keluarga pelaku itu banyak yang aparat jadi tak berani aku,” pungkasnya sembari meninggalkan kantor polisi. (ad)

Foto|korban

News Feed