oleh

Gaji Tak Dibayar,Disiksa dan Disekap,PRT Melapor ke Polisi

OKEBUNG|
Benar-benar keji dan tega tindakan tiga wanita pengguna jasa ini,pasalnya, mereka tak pernah membayar gaji pembantunya.Bahkan pembantunya itu juga kerap menerima penyiksaan bila korban dianggap salah dalam melakukan pekerjaan.

Tak hanya itukorban juga disekap tak boleh keluar dari kediaman mereka di Perumahan Reni Jaya, Pamulang, Tangerang Selatan.

Kasus ini terungkap pada Rabu (05/11/2014)malam,berawal dari informasi warga yang memergoki wanita pembantu dengan wajah lebam berada di rumah itu, polisi bertindak. Setelah menelusuri kebenaran kabar tersebut, petugas dengan dibantu tokoh masyarakat setempat, menggerebek rumah itu.

Nurhayati didapati polisi berada dalam rumah. Wajah perempuan 20 tahun itu lebam di bagian bawah mata kanan dan dahinya. Mata kirinya diperban. Pada bagian leher kanan juga terluka.

Tak lama, datang seorang pria yang mengaku adik pemilik rumah. Kepada polisi, ia meminta Nurhayati tak dibawa karena tak ada masalah apapun bahkan mau dibawa pulang kampung. Namun permintaan tak digubris. Petugas tetap membawa Nurhayati yang ketakutan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Selatan.

“Korban sudah bekerja di rumah itu selama lima tahun, gajinya Rp350.000 sebulan. Tapi selama itu gaji tak diberikan. Hanya saat lebaran diberi pakaian. Selama bekerja, korban juga tak pernah pulang kampung,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Sainan Lobis.

Menurutnya, korban bekerja melayani tiga wanita majikan. Bila korban melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, mereka tak cuma memarahi tapi juga menganiaya. Luka di leher Nurhayati diperkirakan polisi akibat jeratan ikat pinggang.

“Semua masih dalam pemeriksaan. Tiga wanita majikan itu akan diperiksa,” ujarnya. (pkt/admin)
Foto:ilustrasi/

News Feed