oleh

Gagahi Anak Kandung,Waitres D’Shot Traders Nyangkut di Polisi

OKEBUNG|
Ridwan Arif (39), warga Jalan Parkit, Perumnas Mandala Medan kelakuannya benar-benar edan dan tak patut ditiru.Pasalnya,pria yang bekerja sebagai Waitres D’Shot Traders Jalan Patimura Medan ini tega menyetubuhi paksa putri kandungnya, PN (19) selama tiga tahun lalu.

Akibat perbuatannya,ayah badau ini pun harus mendekam dibalik jeruji besi kantor polisi

Informasi diperoleh menyebutkan ,aksi bejad ayah kandung korban ini terungkap ketika istri pertama pelaku bernama Syamsiar melaporkan kelakuan bejat mantan suaminya itu.Begitu dilakukan penyelidikan, petugas Sat Reskrim Polresta Medan pun langsung menangkap Ridwan di tempat kerjanya.

“Setelah kitalakukan penyelidikan, kita langsung tangkap pelaku di tempat kerjanya. Dia jadikan putri kandungnya sebagai budak seks sejak tiga tahun lalu, atau sejak tahun 2012,” jelas Kanit UPPA Satreskrim Polresta Medan, AKP Uli Lubis,Jumat (10/04/2015).

Masih dikatakan Lubis, bahwa perbuatan biadab Ridwan berawal ketika putrinya sedang mandi, karena akan berangkat ke sekolah. Saat putrinya mandi,pelaku ikut masuk ke kamar mandi dan membekap anaknya sendiri ,selanjutnya mengancam akan membunuh PN (anaknya,red), bila berani berteriak.

“Saat putrinya mandi,pelaku menyusup masuk kamar mandi dan membekap putrinya,”sebut Uli Lubis.

Lantaran ketakutan akan dibunuh ayahnya,kata Uli,korban pun pasrah saat ayah kandungnya merenggut keperawanannya didalam kamar mandi.

“Saat ayahnya menggagahi anaknya,istri kedua korban, ASP, sedang terlelap tidur.Memang korban selama ini ikut ayahnya yang tak serumah lagi,”ungkapnya.

Selesai merenggut perawan anaknya,perbuatan biadab ayahnya terus berlanjut hingga tiga tahun kemudian.

“Jika pelaku kepengen melampiaskan nafsunya ke anaknya,pelaku tetap mengancam korban agar tidak memberitahukan kepada siapa pun,”ujar Uli Lubis.

Tak hanya menyetubuhi anak kandungnya.Tindakan bejad juga dilakukan terhadap istri keduanya dengan menyuruh istri keduanya,ASP agar mau disetubuhi teman-temannya.

“Kalau tak mau menuruti perintah pelaku,istrinya akan dibunuhnya ,”ungkapnya seraya menyebutkan pelaku tega menyuruh istrinya untuk melakukan hubungan seks dengan teman-temannya.

Masih disebutkannya bahwa sang istri kedua terpaksa harus menuruti perintahnya, karena diancam akan dibunuh bila menolak.

“Saat istrinya disetubuhi ramai-ramai oleh teman-temannya, pelaku ada di dalam kamar dan merekam adegan dengan menggunakan handycam ,”bebernya seraya menambahkan pelaku masih diperiksa apakah ada kelainan jiwa dan akan membawanya ke ahli jiwa.

Untuk sementara pelaku kita jerat Pasal 81 dan Pasal 76 huruf (D) UU Perlindungan Anak.Ancaman maksimalnya 15 tahun penjara,”tegasnya.(admin)

Foto |ilustrasi

News Feed