oleh

FUISU & STM Asoka Tolak Pemindahan dan Pembongkaran Makam Warga di Asam Kumbang

OKEBUNG|
Puluhan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim STM Asoka Jalan Pelem Lingkungan III Kel. Asam Kumbang Kec. Medan Selayang,Selasa (09/06/2015)sekira pukul 10.00 WIB.

Aksi yang dilakukan massa anggota STM Asoka warga Lingkungan 2 dan 3 Kel. Asam Kumbang Kec. Medan Selayang dan ahli waris dari yang dimakamkan serta massa dari Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUISU),menolak atas pembongkaran dan pemindahan makam warga Jalan Asoka Kel. Asam Kumbang yang dilakukan oleh PT. Berkah Wira Garuda (BWG) di areal TPU/tanah wakaf baru di kawasan Sunggal Kanan Jalan Wakaf.
camera720_1433887592486
Dalam aksinya massa menyampaikan tuntutannya bahwa mereka meminta jangan ada pembongkaran makam/ kuburan. Karena menurut mereka. kuburan hanya bisa dibongkar kalau ada izin tertulis Menteri dan Badan Wakaf Indonesia.

camera720_1433887641678
“Pembongkaran kuburan keluarga kami harus dihentikan,karena yang namanya pembongkaran kuburan harus adda izin dari mentri,”teriak massa dalam orasinya.

Selain itu,massa juga menyebutkan bahwa dalam permasalahan ini tidak ada istilah tukarguling,apalagi jual beli tanah wakaf,sesuai UU No 41 thn 2004 ttg wakaf.

“Tak ada istilah tukar guling dalam masalah ini,dan jangan tutup akses jalan masuk dan keluar ke tanah wakaf.Kami juga minta proses secara hukum oknum yang bertanggung jawab terhadap pembongkaran kuburan itu,”tambah massa lagi.

Selain berorasi, massa jaga membawa spanduk yang terbuat dari kain putih 3 m x 1 m bertuliskan “Pengurus dan Agnggota STM Asoka tidak akan pernah menjual/menukar gulingkan tanah wakaf” dan spanduk/baner putih 3 m x 1 m dari FUISU yang bertuliskan “FUISU mendukung sepenuhnya perjuangan warga STM Asoka untuk menghentikan pembongkaran kuburan/tanah wakaf”. Kemudian ditancapkan diatas areal TPU.

Atas aksi tersebut,Lurah Asam Kumbang Yurian Lubis, personel Koramil Sunggal dan Polsek Sunggal turun kelokasi aksi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkkan dan mengamankan jalannya aksi.

Ironisnya saat aksi berlangsung ,tiba-tiba muncul sekitar 250 warga Jalan Asoka Kel. Asam Kumbang Kec. Medan Selayang yang juga mengaku sebagai keluarga/ahli waris dari yangg dimakamkan di TPU tersebut.

Kehadiran mereka ke TPU lain halnya dengan massa yang sedang aksi.Mereka menyatakan bahwa mereka setuju makam keluarga mereka dibongkar dan dipindahkan ke tempat baru yang telah disiapkan oleh pihak PT. Berkah Wira Garuda selaku pengembang.

“Kami kemari untuk meluruskan permasalahan yang ada,”sebut salah seorang massa.

Mereka sudah setuju karena proses pembongkaran dan pemindahan makam adalah,warga ataupun ahli waris tidak merasa dirugikan atau diberatkan, karena pihak PT. BWG memfasilitasi pemindahan makam.

“Hal ini sesuai surat pernyataan PT BWG yang diwakili oleh penanggung jawabnya Feriansyah Lubis (29) warga Jalan Intan No 61 Medan.Dia menyatakan bahwa pihak PTBWG bertanggung jawab atas pemindahan kuburan keareal makam yang baru seluas 5.000 M,yang lebih baik dan layak lengkap dengan fasilitasnya (rmh tgg bagi juru kunci makam, toilet, MCK, penerangan, akan dipagar setinggi 2 m dan 1 (satu) unit ambulance),

Selain itu memberikan uang santunan Rp. 1,5 jt/makam untuk mengirim do’a di rumah ahli waris, bahkan berjanji tidak akan mendirikan hotel/lokasi prostitusi atau tempat perjudian dilokasi bekas makam.

Dan pihak PT. BWG juga memberikan bantuan kepada pihak STM berupa,tenda 2 unit (2,5 x 7 m dan 3 x 4 m),100 buah kursi,1 unit unit betor barang,untuk transportasi atau dipergunakan
mengangkat tenda STM dan peralatan mandi jenazah serta membantu mengisi uang kas STM sebesar Rp. 5 jt.

Diketahui bahwa surat pernyataan diketahui dan ditandatangani oleh Ketua STM Irbapin, STP, Lurah Asam Kumbang Yurian Lubis, Camat Medan Selayang Fakhri Rahmadi, S.Sos tanpa tertera waktu penandatanganan.

Dilokasi TPU terlihat sebagian besar makam sudah dilakukan pembongkaran dan pemindahan ke TPU baru.

Menurut salah seorang wrg yang mengaku,. Pakpahan mengatakan bahwa,memang benar sebagian besar ahli waris setuju jika di persentasi kan yang setuju 80% yang tidak setuju hanya 20%.

Setelahi di selediki ternyata tidak ada keluarganya yang yang dimakamkan di TPU Asoka tersebut.
bahkan bukan merupakan warga Asoka.

Selain itu alasannya lagi, prospek ke depan jika berdiri proyek yang akan dibangun PT. BWG tentunya bermanfaat bagi keturunan mereka nanti karena pastinya akan menyedot tenaga kerja yang tentunya diambil dari warga sekitar mayoritas.

Warga yang protes tidak relevan dan rata-rata bukan ahli waris yang tepat, karena anak-anak/waris sah dari keluarga yang dimakamkan saja sudah setuju.Sementara yang protes garis keturunannya hanya cucu.

“Proses pembongkaran dan pemindahan makam sendiri sudah berjalan sejak dua minggu yang lalu. Namun baru dilakukan aksi unjuk rasa memprotes pelaksanannya.

“Rencananya di areal yang diketahui seluas 120 Ha (diantaranya 2.000 m2 adalah areal TPU yang akan dibongkar dan dipindahkan aakan dibangun lokasi hiburan untuk keluarga/tamasya seperti water boom dll.

Setelah berorasi, sekitar pkl. 11.30 wrg yg melakukan aksi protes membubarkan diri dgn tertib, aman dan lancar. Sementara hingga pkl. 12.15 wrg yg setuju makam keluarga mereka dibongkar dan dipindahkan masih bertahan disekitar TPU Asoka sambil menunggu pembagian uang santunan dari pihak PT. BWG.

Sempat terjadi perdebatan antara kedua belah pihak, apalagi ketika Lurah menyatakan dirinya belum mengetahui dan tidak merasa diundang dalam membicarakan prosesa pembongkaran atau pemindahan makam.

Karena mulai memanas, akhirnya diputuskan proses pembongkaran dan pemindahan makam ditangguhkan dahulu dan akan dilakukan musyawarah lanjutan dalam wkt dekat minggu ini dgn pihak-pihak terkait (tgl pasti blm ditetapkan) yg akan difasilitasi oleh pihak Kelurahan).[admin]

News Feed