oleh

Fotografer Dianiaya dan Disekap, Wartawan Medan Aksi Solidaritas

OKEBUNG|
Aksi kekerasan terhadap jurnalis/wartawan kembali terjadi saat menjalankan tugasnya.Kali ini, seorang fotografer dari Harian Waspada,Rizky Ananda (20) mengalami penganiayaan dan penyekapan saat meliput bentrok sesama mahasiswa USU kemaren.

Akibatnya,puluhan jurnalis media cetak,media online, fotografer dan radio menggelar aksi unjuk rasa di Mapolresta Medan, Jalan M Said, Medan, Kamis (13/11/2014).

IMG00885-20141112-1729

Dalam aksinya,para jurnalis meminta pihak kepolisian untuk menangkap mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap fotografer Harian Waspada, Rizky Rayanda (20)

Salah seorang pengurus  PWI Sumatera Utara Ferizal Purba mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan solidaritas sesama wartawan.

“Kami minta agar polisi bertindak tegas untuk mengusut dan menangkap mahasiswa USU yang  melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap rekan kami,” terangnya.

Ia juga berharap kasus kekerasan terhadap wartawan saat bertugas tidak lagi terjadi di manapun.

“Kami minta ini yang terakhir kalinya. Jangan sampai kami merasa terancam. Wartawan bukan teroris, kami hanya menjalankan tugas-tugas jurnalistik,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Advokasi AJI Medan Agoez Perdana mengecam dan sangat menyesalkan tindakan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan mahasiswa  Fakultas Hukum USU terhadap Rizky Rayanda yang merupakan fotografer Harian Waspada.

“AJI mengutuk keras aksi tersebut. Tindakan kekerasan ini sangat tidak mencerminkan mahasiswa sebagai kaum intelektual,” katanya.

Untuk itu, AJI Medan mendesak Polresta Medan menindaklanjuti kasus ini.

“Tindakan kekerasan ini sangat tidak menghargai profesi jurnalis,”ungkapnya.

Ditempat terpisah,Ketua DPD Lembaga Wartawan Indonesia (LWI Sumut),Drs Osreil Limbong,Spd mengatakan kekerasan terhadap jurnalist jangan dibiarkan,harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.Karena jurnalist dalamm menjalankan tugasnya dilindungi UU.

“Jurnalis tugas dilindungi undang-undang meliputi ketentuan pidana Pasal 18 UU No 40 Tahun 1999 dengan ancaman penjara dua tahun atau denda Rp500 juta serta KUHPidana Pasal 355 ayat 1 tentang penganiayaan berat yang direncanakan dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara,” tegas Osriel.

Selain itu,pelaku juga harus mendapatkan sanksi keras dari pihak rektorat USU.

“Karena tindakan kekerasan ini sangat tidak menghargai profesi jurnalis yang dilindungi undang-undang,” sebutnya.

Aksi diterima langsung,Wakapolresta Medan AKBP Yusuf Hondawantri mengaku akan menindaklanjuti kasus yang dialami fotografer Harian Waspada tersebut.

“Kita selaku pihak kepolisian akan menindaklanjuti dan melakukan penyidikan kasus ini.Saat ini kita masih mengumpulkan barang bukti, saksi-saksi untuk mengetahui siapa pelaku yang melakukan tindak pidana  penganiayaan dan penyekapan terhadap Rizky,”ucapnya.(admin)
Foto:ilustrasi

News Feed