oleh

Focus Group Discussion Revisi Postur TNI AL

OKEBUNG|
Guna membahas revisi mengenai postur TNI Angkatan Laut tahun 2005-2024, TNI Angkatan Laut menggelar kegiatan Focus Group Discussion atau FGD, Rabu (10/02/2016)

di Gedung Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap Jakarta Timur.FGD dibuka oleh Asrena Kasal Laksda TNI Arie H. Sembiring mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P.

Dokumen Rancangan Postur TNI Angkatan Laut tahun 2005-2024 merupakan dokumen strategis yang digunakan sebagai acuan dalam pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut.

Dengan memperhatikan perkembangan lingkungan strategis terkini, perimbangan kekuatan, serta kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia, perlu dilaksanakan revisi terhadap Postur TNI Angkatan Laut agar dapat dijadikan pedoman dalam perencanaan pembangunan TNI Angkatan Laut ke depan.

Kegiatan FGD Revisi Postur TNI Angkatan Laut Tahun 2005-2024 TNI Angkatan Laut tahun 2016 diikuti oleh + 150 peserta terdiri dari:Tim Pokja Utama, Perwakilan dari STTAL, Seskoal dan Taruna AAL, Perwakilan Kewasgiatan Mabesal, Perwakilan Kedinasan Mabesal, Perwakilan Kotama, dan Perwakilan alumni AAL Angkatan 36-56.

Kegiatan diskusi turut mengundang beberapa akademisi dari luar sebagai penanggap utama diantaranya Dr. Edi Prasetyono, Ph.D., Wakil Dekan FISIP Universitas Indonesia, Bapak Silmy Karim, Praktisi dan akademisi bidang pertahanan (sekarang menjabat Direktur Utama PT. PINDAD (Persero), Dr. Connie Rahakundini Bakrie, Pengamat militer

Dalam amanat Kasal yang dibacakan oleh Asrena Kasal, kegiatan focus group discussion atau FGD yang diselenggarakan ini merupakan forum diskusi untuk membahas postur TNI Angkatan Laut ke depan. Diharapkan melalui forum FGD ini dapat menggali gagasan maupun pemikiran yang nantinya dapat menjadi bahan masukan dalam menyusun revisi postur tni angkatan laut tahun 2005 – 2024.

Menurut Kasal, sebagai komponen utama pertahanan negara di laut, TNI Angkatan Laut bertugas melaksanakan kebijakan pertahanan negara dalam rangka menegakkan kedaulatan dan hukum di laut dalam wilayah yurisdiksi nasional.
Dengan mempertimbangkan kebijakan pemerintah di bidang maritim saat ini serta perkembangan situasi global dan regional, maka dituntut adanya pendekatan baru dalam membangun postur TNI Angkatan Laut.

Lebih lanjut Kasal mengatakan, pendekatan ancaman (threat based planning ) yang selama ini digunakan untuk membangun postur, sudah harus diganti dengan pendekatan kemampuan (capability based planning) yang intinya menekankan pada perencanaan untuk membangun kemampuan apa yang harus dimiliki, dan bukan seberapa banyak alutsista yang harus dimiliki.

Melalui pendekatan kemampuan ini memungkinkan untuk melihat spektrum ancaman yang asimetrik dan melalui pendekatan ini pula, diharapkan akan menghasilkan struktur kekuatan angkatan laut yang proporsional.

“Saya dapat memahami bahwa draft revisi postur TNI AL yang dihasilkan oleh tim pokja masih belum sempurna. Oleh karenanya pada kesempatan FGD ini saya berharap para peserta sekalian dapat berdiskusi secara aktif dan memberikan sumbangan pemikiran bagi penyempurnaan draft revisi postur tni angkatan laut yang telah disusun olek tim pokja,” ujar Kasal.(Dispenal Mabesal)

News Feed