oleh

FMPK-SU Desak Poldasu Tangkap Liberty Pasaribu

OKEBUNG|
Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Keadilan Sumatera Utara (FMPK-SU), Rabu (20/05/20wd) siang kembali mendatangi Mapolda Sumut.

Kedatangan massa dengan koordinator lapangan,Faisal
tersebut mendesak agar Poldasu segera menangkap Wakil Bupati Toba Samosir (Tobasa), Liberty Pasaribu.

Massa yang datang mengendarai sepeda motor dan angkutan umum itu hanya berorasi di luar Mapolda Sumut,dan puluhan massa yang di komandoi Koordinator Faisal menyebut Wakil Bupati Tobasa, Liberty Pasaribu terlibat dalam praktik dugaan korupsi dana APBD Pemkab Tobasa TA 2006 senilai Rp 3 Miliar saat menjabat Sekda Tobasa.

Selain itu, Faisal juga meneriakkan, kami melakukan aksi di Mapoldasu bukan untuk pertama kalinya, tapi sudah tujuh belas kali. Hari ini kami juga aksi, namun kasus Liberty Pasaribu belum juga diselesaikan,” ujar Faisal Kurniawan di depan gerbang Mapolda Sumut.

“Hari ini tepatnya tanggal 20 Mei 2015 yang merupakan Hari Kebangkitan Nasional, untuk itu kami sangat mengapresiasi kinerja penegak hukum. Namun pihak Poldasu dan Kejatisu harus lebih berani lagi untuk menuntaskan kasus Korupsi di Sumut.

Dilain hal kami sangat prihatin melihat Polda Sumut yang tidak berani menangkap dan menyeret Liberty Pasaribu ke pengadilan, padahal Liberty telah nyata melakukan korupsi APBD Tobasa TA 2006 senlai Rp 3 Miliar, sementara mantan Bupati Tobasa, Monang Sitorus sebagai tersangka bersama Bemprit Hutapea, Jansen Batubara dan Arnold Simanjuntak telah di vonis bersalah

 “Pada hal dalam putusan kasasi Mahkamah Agung yang menyebutkan nama Liberty Pasaribu sewaktu menjabat Sekda Tobasa jelas dan terbukti melakukan korupsi,kenapa tidak ditangkap,bukankah Liberty telah  merugikan negara ,” kata Faisal.

Massa juga mendesak Poldasu untuk segera mengusut Liberty Pasaribu yang turut terlibat dalam tindak pidana korupsi APBD Pemkab Tobasa TA 2006 Rp 3 Miliar,” teriak Faisal seraya meminta Kapoldasu Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH MSi untuk segera menetapkan Liberty Pasaribu sebagai tersangka dan segera tangkap dan seret Liberty Pasaribu ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Melalui pengeras suara massa juga meneriakkan bahwa Liberty juga terlibat kasus dugaan korupsi balai latihan kerja (BLK) Yayasan Pembangunan Nairasaon (Yaspena), di Aek Natolu, Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Tobasa senilai 1,2 miliar dan dalam kasus ini Liberty Pasaribu telah ditetapkan Kejaksaan Negeri Balige Sebagai Tersangka sejak 16 Desember 2014 lalu, tapi anehnya hingga kini Liberty Pasaribu masih menghirup udara segar dan yang lebih parahnya lagi, Liberty Pasaribu masih dapat beraktivitas sebagai seorang pejabat dan di duga aparat penegak hukum tidak berani mengambil tindakan terhadap Liberty.

“Lebih baik Bapak mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kapoldasu kalau tidak dapat menuntaskan kasus korupsi yang melibatkan Liberty Pasaribu, karena menurut penilain kami sampai hari ini Bapak belum bisa menangkap dan menuntaskan kasus korupsi yang melibatkan Liberty Pasaribu,” ucap massa.

Berselang 30 menit melakukan orasi, puluhan massa Forum Masyarakat Peduli Keadilan Sumatera Utara (FMPK-SU) di bawah Koodinator aksi Faisai Kurniawan mengajak puluhan massa melakukan orasi di tengah jalan. Hal ini dilakukan massa sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kapoldasu dan akibatnya Jalan raya di depan Mapoldasu sempat macat,untung petugas Polsek Patumbak dapat membujuk massa,sehingga arus lalulintas lancar kembali (EL/Admin).

Foto|el

News Feed