oleh

Empat Pria Ngaku Polisi Perkosa dan Rampok Pasangan Kekasih

OKEBUNG|
Terkait aksi perampok yang dilakukan empat orang pemuda mengaku sebagai polisi terbilang sangat keji benar-benar perlu menjadi perhatian serius pihk kepolisian.Pasalnya.selain dirampok,korban juga secara bergilir diperkosa pelaku.

Taak hanya itu saja,usai puas memperkosa korban pun dibuang begitu saja.

Peristiwa tragis memilukan ini terjadi terhadap Rendi (22) warga Gang Madrasah Dusun II Desa Patumbak Kampung Kecamatan Patumbak ,Deliserdang,Sumatera Utara berawal ketika itu Rendi bersama pacarnya sebut saja namanya Malang (16) warga Sibolga yang saat ini menetap di Kecamatan Patumbak saat melintas Jalan Karya Jaya Kecamatan Medan Johor, Rabu (25/02/2015) sekira pukul 02.00 dinihari distop empat pelaku mengaku polisi langsung memborgol korban.Tak hanya itu saja,kekasihnya pun diperkosa secara bergilir oleh empat orang begundal,sedangkan cowoknya tangannya diborgol sembari di siksa.

Menanggapi maraknya pelaku kejahatan yang kerap beraksi menyaru sebagai anggota polisi, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menghimbau kepada masyarakat agar jangan terlalu percaya dengan oknum- oknum pelaku kejahatan yang mengaku sebagai petugas kepolisian.

“Jangan cepat percaya,karena selama ini banyak pelaku kejahatan Ngaku anggota Polri untuk menjalankan aksinya,”himbaunya.

Selain itu,dia juga mengatakan sebaiknya masyarakat jangan mau mempercainya,dan jika menemui hal demikian segera minta kartu identitasnya,bahkan bila perlu,tanyakan dengan tegas kepada yang mengaku Polisi tesebut bahwa Dia dari kesatuan mana dan jangan lupa juga tanyakan NRPnya,”jelas mantan Kapolres Nias Selatan MP.Nainggola,Kamis (26/02/2015) siang.

Lebih lanjut MP.Naingolan menjelaskan,Petugas kepolisian yang benar dalam berdinas itu biasanya wajib dilengkapi dengan tanda pengenal terlebih lagi hendak melakukan penangkapan, selayaknyalah petugas tersebut wajib menunjukkan surat perintah dari komandannya,”tegas MP menambahkan

Dan apa bila polisi tersebut tidak mampu menunjukkan jadi dirinya sebagai petugas kepolisian hendaknya masyarakat tidak langsung mempercainya dan segaralah mengambil kebijakan,serta menjauh,Namun jangan lupa segeralah melaporkannya ke kantor polisi yang terdekat,” sebutnya.

Namun walaupun demikian,kata MP Nainggolan, pihak kepolisian akan menyelidiki kasus ini,dan pihaknya tidak  akan pernah diam,dan kasus ini akan kita selidiki,untuk itu diharapkan korbannya mau melaporkan kasus ini kepada pihak Kepolisian yakni di Polres Deli Serdang,atau ke Poldasu,”pungkas Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Pol.MP Nainggolan

Sebagaimana diketahui bahwa kejadian itu bermula ketika Rendi mengaku sebelum kejadian, dirinya diajak pacarnya Malang untuk mencari temannya yang hilang.

Dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario BK 4065 MAO warna hitam, lantas keduanya menyelusuri tiap sudut Kota Medan.

Namun temannya tersebut tidak kunjung ditemukan.Saat melintas di Jalan Karya Jaya, tiba-tiba sepeda motor sepasang kekasih ini diikuti oleh sebuah mobil Avanza dengan Nopol BK 1563 UK.

Saat mobil avanza berwarna hitam ini memepet sepeda motor tersebut, kemudian salah satu pelaku meminta sepasang kekasih ini menghentikan laju sepeda motornya.

Karena ketakutan, akhirnya Rendi menghentikan laju sepeda motornya. Disinilah para pelaku yang berjumlah empat orang langsung turun dari mobilnya dan menyergap sepasang kekasih ini kemudian dimasukkan kedalam mobil tersebut. Sementara sepeda motor yang dikendarai Rendi langsung dilarikan salah satu teman pelaku.

Didalam mobil tersebut, sepasang kekasih ini diborgol dan matanya ditutup kain. Sementara itu para pelaku juga merencanakan untuk memeras kedua orang tua korbannya dengan meminta uang tebusan senilai Rp 40 Juta.

“Aku disuruh menghubungi orang tuaku untuk meminta uang tebusan Rp 40 juta dengan alasan karena aku ketangkap polisi karena kasus narkoba,” ujar Rendi.

Namun ternyata orang tua Rendi tidak mempercayai kejadian tersebut dan tidak ingin memberikan uangnya. Karena rencana para perampok ini tidak berhasil, kemudian para perampok membuka penutup mata sepasang kekasih ini. Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam berjenis clurit dan menodongkannya dileher pacarnya tersebut. Saat itu para pelaku meminta agar pacar Rendi digilir.

Para perampok ini kemudian membawa kedua korbannya disalah satu jembatan yang tidak diketahui lokasinya. Disinilah pacar Rendy digilir ketiga pelaku, sementara Rendy yang hendak menyelamatkan pacarnya malah disiksa dan dipukuli secara brutal.

“Dia (Malng red) diperkosa mereka di dekat jembatan, aku mau menolongnya, tetapi mereka malah memukuliku,” ujarnya.

Puas menggauli kekasih Rendy, kemudian ketiga perampok ini kembali membawa korbannya kearah Jalan Simalingkar. Disinilah Rendy kemudian dibuang begitu saja. Sementara itu kekasihnya masih bersama para perampok.

“Aku dibuang di Jalan Flamboyan dekat Pasar Melati, sementara dia (Malang red) masih dibawa mereka,” ujar Rendy.

Ternyata para perampok tersebut sengaja membuang Rendy karena hendak memperkosa Malang kembali. Tepatnya diareal perladangan Simalingkar B tepatnya didekat kebun Binatang, para perampok ini ingin menggauli Malang yang kedua kalinya.

Namun,malang ternyata mendapatkan sebuah balok dan memukuli para perampok dan berhasil melarikan diri. Saat para perampok hendak mengejar, ternyata Malang berteriak sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang sembari langsung menyelamatkannya.

“Saat aku mau diperkosa yang kedua kali ternyata ada balok disampingku, kupukulin mereka, dan aku lari sambil berteriak minta tolong,” ujarnya.

Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono SIK yang dikonfirmasi awalnya tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun perwira berpangkat satu melati emas ini kembali menghubungi wartawan dengan mengatakan bahwa peristiwa tersebut masuk kedalam wilayah hukum Polsek Namorambe.”Itu wilkum Polsek Namurambe,bukan disini,”tandasnya.
(Elin)

Foto|ilustrasi\
 

News Feed