oleh

Emerson :Polisi Serang Balik KPK Picu Cicak Vs Buaya Bab 2

OKEBUNG|
Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW),Emerson Yuntho, mengatakan pembelaan yang dilakukan kepolisian kepada Komisaris Jenderal (Komjen),Budi Gunawan dapat menyulut konflik Cicak vs Buaya terjadi lagi.

Plt Kapolri,Komjen Pol Badrodin Haiti mengatakan lembaganya akan menyiapkan bantuan hukum untuk Komjen Pol Budi Gunawan.

“Polri dan KPK akan berhadap-hadapan. Kalau (KPK) tak di-backup Istana, konflik seperti itu bisa terjadi lagi,” kata Emerson ketika dihubungi, Rabu,( 21/01/2015)

Mabes Polri mempraperadilankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Jakarta Selatan terkait dengan penetapan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang ditudingkan KPK.

Pembelaan dari Mabes Polri dinilai Emerson aneh karena Komjen Pol Budi ditetapkan sebagai tersangka atas transaksi pribadi, tak ada hubungannya dengan kinerja kepolisian.

Selain itu, tutur Emerson, Komjen Pol Budi tidak miskin sehingga mampu membayar pengacara sendiri.

“Solidaritas tak bisa dijadikan alasan untuk membela orang yang salah. Mereka, kan, penegak hukum,” katanya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya,Komjen Pol Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Selasa, 12 Januari 2015 lalu.Mantan ajudan Presiden RI kelima Hj Megawati Soekarnoputri itu dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat (2), Pasal 11, atau 12 B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Namun sebelumnya, Komjen Pol Budi Gunawan menampik tuduhan yang menyatakan semua transaksi keuangannya tidak wajar. Salah satu buktinya, menurut lulusan Akademi Kepolisian (Akpol angkatan 1983 itu, adalah surat hasil penyelidikan yang telah dikeluarkan Bareskrim pada 2010.(tmp/admin)

Foto :Komjen Pol Budi G\dok.net\

News Feed