oleh

Eldin Saksikan Penandatanganan MUO antara Apindo Dengan HKDTC

OKEBUNG |
Penandatanganan kesepahaman (MOU) antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Medan dengan Hongkong Trade Development Council(HKDTC) yakni kerja sama dibidang pengembangan bisnis adalah merupakan sebagai jembatan yang nantinya akan berlanjut ke China.

Dari keterangan yang diperoleh, Kamis (05/03/2015),dengan adanya kerja sama tersebut akan membuka peluang-peluang bisnis dengan China baik itu eksport maupun import, selain itu juga kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Medan akan lebih banyak lagi.

Selain itu, jalur penerbangan Medan-Hongkong dahulu sudah ada tetapi hanya di tahun 2011 terhenti. Untuk itulah dengan adanya kerja sama antara Apindo dengan pengusaha Hongkong ini diharapkan jalur penerbangan ini dapat terbuka kembali, seiring dengan berkembangnya bandara udara di Kualanamu yang lebih besar tentu ini akan lebih mempermudah akses.

Hal ini dikatakan Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin saat membuka seminar yang bertajuk “Kunci Solusi Anda Menuju China Dan Pasar Internasional “ yang digelar di Hotel JW Mariot, Rabu (04/03/2015)siang hari yang dihadirin Konjen kehormatan Polandia Jonner Napitupulu, Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH,Direktur Hongkong Trade Development Council (HKDTC) Mr Leung Kwan Ho,Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Medan Rusmin Lawin SH, Direktur Eksekutif Asosiasi Bersaudara Provinsi Sumut Dr Indra
Wahidin, Ketua Perhimpunan INTI Sumut Anwar Susanto, dan para pelaku usaha lainnya.

Dikatakan bapak Eldin kembali, Kota Medan sejak lama sudah dikenal sebagai salah satu kota perdagangan di Indonesia, cerminan sebagai kota jasa dan perdagangan dapat dilihat dari kontribusi yang konsisten sektor perdagangan didalam pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), disamping itu letak Kota Medan yang strategis secara geografis sebagai pintu gerbang bagian Barat Indonesia juga menempatkan Medan sebagai salah satu destinasi perdagangan strategis baik secara nasional maupun internasional.

“ Pemko Medan mengapresiasi MUO sekaligus seminar, ini nantinya
menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan besar bagi pemerintah Kota Medan untuk dapat membangkitkan geliat prekonomian kota terutama dari sisi perdagangan khsusunya perdagangan interenasional, kita tahu hanya negara/kota yang perdagangan internasionalnya semakin luas lah yang bisa mengambil manfaat dari era pemberlakuan pasar bebas, “ ujar
Eldin.

Komite II DPD-RI Parlindungan Purba SH mengatakan Kota Medan memiliki potensial untuk berkembang lebih maju lagi, hal ini didukung dengan adanya Bandara udara Kualanamu yang cukup besar sebagai pintu masuk ke Kota Medan, dan seminar ini dinilai untuk majukan Kota Medan dan berharap dapat bermanfaat untuk kemajuan Kota Medan sekaligus menarik para investor untuk menamkan modalnya karena Kota Medan paling maju dibidang perizinan.

Tidak hanya itu saja, Ketua Apindo Kota Medan Rusmin Lawin SH mengatakan,Hongkong dengan China merupakan bisnis besar di dunia, dimana Hongkong adalah pintu masuk ke China, saat ini kunjungan wisatawan dari China ke Honggkong mencapai 100 juta jiwa setiap tahunnya, selain itu juga China merupakan salah satu negara Maritim besar di dunia, potensi inilah yang perlu disikapi agar dapat bermanfaat untuk Kota Medan dan Sumatera Utara pada umumnya.

Menurutnya, dengan MOU dan seminar ini nantinya akan membina para pengusaha Kota Medan dan mendorong pengusaha Medan dan Hongkong bisa intensif, selama ini terlupakan bahwa Hongkong adalah bagian dari China, tidak hanya perdagangan, ekspor dan import ,nkunjungan wisata juga penting, bila Indonesia bisa bidik 10 persen saja dari kunjungan China ke Hongkong atau 1 persen ke Sumut, ini merupakan jumlah yang bagus, inilah gunanya MOU untuk mendorong percepatan prekonomian Kota Medan melalaui dunia usaha.

“ Dengan MOU ini kita akan dorong para pengusaha Hongkong untuk
berinvestasi ke Kota Medan, dan Kota Medan sebagai kota Mice bisa
terwujud, sekaligus menembus pasar China melalui Hongkong, “ ujar
Rusmin. (ade)

News Feed