oleh

Edarkan Sabu,Pasutri di Cokok Polres Pinrang

OKEBUNG|
Pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Masse (48 ) dan Assanti (47) terpaksa harus menginap dibalik jeruji sel penjara.Pasalnya,keduanya ditangkap petugas jajaran Polres Pinrang,Selasa (27/10/2015),sekira pukul 09.00 WITA.

Dari keduanya polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 13 bungkus dengan berat 7,93 gram , 25 paket pipet berat 3,21 gram, uang tunai Rp 9.930.000, satu set timbangan digital, satu set alat isap (bong), dua ponsel serta dua bungkus plastik.

Kapolres Pinrang, AKBP Adri Irniadi Sik mengatakan penangkapan pasutri ini terjadi di kediamannya di Jalan Murtala Timur, Kecamatan Sawito, Kabupaten Pinrang. Penangkapan dilakukan saat keduanya hendak menjual barang haram tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi, kita memancing dengan menurunkan anggota yang menyamar dan diketahui jika sabu yang dikuasainya itu hendak dijual,” beber Adri,sebagaimana dilansir merdeka. com.

Pengakuan kedua pelaku tersebut, kata mantan Kapolres Mamuju Utara, Sulawesi Barat ini, sabu tersebut berasal dari laki-laki bernama Bondang, warga Desa Ongkoe, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. Sementara Bondang kini sudah dalam pengejaran,”tegasnya.

Atas perbuatannya, pasutri ini akan dijerat dengan pasal 114 (2), pasal 112 (2) jo pasal 132 UU RI No 36/2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun penjara,”sebutnya.

Untuk diketahui, kasus pasutri tertangkap kasus sabu di Pinrang seperti ini sudah kerap terjadi. Yang terheboh adalah pasangan Amir alias Dawang (45 thn) dan Maemunah (43 thn) yang tertangkap pada September 2014 lalu karena kepemilikan sabunya cukup fantastis yakni seberat 6,8 kilogram, dijadikan barang bukti.

Warga Kecamatan Tiroang,Kabupaten Pinrang ini ditangkap oleh tim dari BNN pusat dibantu BNN Propinsi Sulsel. Mei 2015 lalu, pasutri itu dijatuhi vonis hukuman mati dalam sidang putusannya di PN Pinrang.[red] [mdk]

Foto|Ilustrasi.dok.net

News Feed