oleh

Dukung Misi PBB, Indonesia akan Kirim 4.000 Peacekeeper

-DISPENAD-16.820 views

OKEBUNG|
Sebanyak 4.000 pasukan perdamaian atau dikenal dengan _peacekeeper_ akan dikirim oleh Indonesia ke daerah penugasan demi mendukung misi PBB dalam mencapai perdamaian dunia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto, dalam rilis tertulisnya saat melaksanakan rangkaian kunjungan kerja ke Negara Mali, Rabu (12/2/2020)

Dikatakan Kasum TNI, kunjungannya kali ini untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara khususnya Angkatan Bersenjata yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“TNI meyakinkan kepada Pemerintah Mali bahwa _peacekeeper_ Indonesia yang berada di Mali akan bekerja secara profesional dan mampu bekerja sama dengan _peacekeeper_ dari negara lainnya.,” ungkap Kasum TNI.

“Lebih dari itu _peacekeeper_ Indonesia memiliki kemampuan komunikasi sosial yang sangat baik dengan masyarakat sekitar daerah operasi PBB,” imbuhnya.

Lebih lanjut pada pertemuan dengan Perdana Menteri Mali, Mr. Boubou Cisse dan Menteri Pertahanan Mali, Jenderal Ibrahim Dahirou Dembele, Kasum TNI menyampaikan kesanggupan Indonesia untuk mengirimkan _peacekeeper_ tambahan jika diperlukan sampai proses stabilisasi keamanan di Mali tercapai.

“Indonesia telah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dan terus konsisten menjadi negara _Troop Contributing Country_ (TCC) ke misi perdamaian PBB,” terangnya.

“Kita targetkan penambahan personel kedepannya menjadi empat ribu orang,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kasum TNI berkesempatan bertemu dengan _Force Commander_ MINUSMA, Letnan Jenderal Dennis Gyllensporre, dan _peacekeeper_ Indonesia di MINUSMA yang berjumlah 16 orang terdiri dari 9 _Military Staff_, 1 _Military Observer_, 1 _Civillian International Staff_ dan 5 orang dari Kepolisian.

Kasum TNI menegaskan agar para _peacekeeper_ terus menjaga profesionalisme dan mengedepankan keamanan dalam melaksanakan tugas negara.

“Misi PBB MINUSMA saat ini merupakan salah satu misi perdamaian PBB yang sangat berbahaya dan beresiko tinggi, untuk itu tetap laksanakan tugas sesuai prosedur yang berlaku dan terus jaga nama baik Indonesia,” tegasnya.

Turut mendampingi Kasum TNI dalam kunjungan tersebut, Komandan PMPP, Kababek TNI, Penmil RI di New York, Athan RI di Nigeria dan Staff KBRI Senegal. (Dispenad)

News Feed