oleh

Dugaan Kasus Penipuan JR Saragih Kembali Disoal

OKEBUNG|
Kasus dugaan penipuan senilai Rp 4 miliar dalam pengerjaan proyek pembangunan Rumah Sakit Etaham Simalungun yang diduga melibatkan Bupati Simalungun JR Saragih masih tetap menjadi atensi dalam penyidikan.

Maka dari itu penyidik Subdit II Harda/Tahbang Ditreskrimum Poldasu saat ini “kebut” penyiapan berkas untuk dikirim kejaksa.

Demikian disampaikan Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Assegaf saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Rabu (14/01/2015) siang.

“Untuk kasus ini penyidik masih tetap serius makanya untuk itu penyidik segera berupaya menyiap berkas untuk dikirim ke jaksa agar P 21,” papar Helfi.

Helfi menambahkan, untuk setiap kasus korupsi dan penipuan yang melibatkan seorang pejabat negara pihaknya terus menghimbau pada penyidik untuk lebih diutamakan penyelidikannya.

“Saya terus menghimbau pada penyidik untuk kasus yang bersinggungan dengan pejabat untuk penyelidikannya jangan sampai penyidikan terkesan terlihat diam ditempat, untuk berkas harus segera disiapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kasubbdit II Harda Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut,AKBP Yusuf Sapruddin yang ditemui wartawan beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa kasus yang melibatkan orang nomor satu di Kabupaten Simalungun ini masih terus didalami. Selain masih dalam pemeriksaan para saksi, penyidik juga kesulitan menghadiri JR Saragih untuk pemeriksaan saksi.

“Memanggil pejabat negara ini tidak mudah, walaupun sebagai saksi saja, karena penyidik harus memiliki bukti-bukti yang lengkap untuk pemeriksaannya, ” ujar Yusuf.

Untuk kasus ini diketahui, Subdit II Harda dan Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut u menelusuri keterlibatan orang nomor satu di Kabupaten Simalungun tersebut terlebih dahulu kepolisian akan melakukan pemeriksaan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Simalungun. Dan untuk itu tidak kemungkinan kadis PU juga akan diperiksa sebagai saksi.

“Karena ini berada di Dinas PU, tidak tertutup kemungkinan Kadisnya juga akan kita mintai keterangannya. Mengenai adanya keterlibatan Bupati Simalungu JR Saragih dalam kasus penipuan tersebut dikarenakan korban mengaku bahwa dirinya ditipu sebesar Rp 4 miliar oleh bupati tersebut.

Helfi juga menambahkan bahwa untuk memeriksa Bupati Simalungun JR Saragih saat ini kepolisian masih memiliki bukti yang dangkal yang artinya pihak kepolisian tidak akan sembarangan memanggil bupati jika bukti tidak cukup kuat, namun Hefi menambahkan bahwa bisa saja JR Saragih terlibat dalam kasus tersebut,” sebut Kabid Humas Polda Sumut.

Selain itu,kata Helfi, penyidik juga telah memeriksa terlapor lainya yakni Silverius Bangun, rekanan di Pemkab Simalungun yang dikenal dekat dengan JR. Saragih.

” Silverius sudah datang untuk memenuhi panggilan kedua pada Kamis (21/08/2014) lalu,” ujar Kanit II Subdit II Harda Tahbang, Kompol. Sunardi saat ditemui wartawan, Jum’at(29/08/2014 lalu di Polda Sumut.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan saat itu, kata Sunardi, pihaknya meminta kepada Silverius agar memberikan data print uang keluar masuk dari rekening pribadinya.

“Setelah data itu kita dapat, akan dilakukan pengecekan ke Bank untuk memperoleh kebenaran datanya,” katanya.

Diketahui, dugaan kasus penipuan sebesar Rp 4 miliar yang dilakukan oleh Bupati Simalungun JR Saragih, terhadap Elias Purwaja Purba ini sudah dilaporkan ke Poldasu dan tertuang dalam laporan  STTLP/ 556/V/2014/SKPT I tanggal 13 mei 2014 itu, Elias melaporkan JR. Saragih dan Silverius Bangun, telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 378 jo 372 KUHPidana.

Kepada wartawan sebelumnya, Elias mengatakan bahwa modus penipuan yang dilakukan oleh JR Saragih kepadanya itu adalah dengan cara menjanjikan pekerjaan kepadanya.

” Uang itu ada yang ditransfer ke rekeningnya dan ada juga yang diberikan secara langsung, dan ada juga melalui pihak ke-3,” kata Elias.

Elias mengatakan, beberapa waktu yang lalu dirinya memang ada diberi pekerjaan pembangunan oleh Bupati Simalungun itu di RS. Etaham. Namun, nilai proyek itu tidak sesuai dengan uang yang telah dikeluarkanya.

Menurut Elias, dalam kasus dugaan penipuan yang sama, dirinya juga melaporkan Silverius Bangun. Adapun keterlibatan Silverius Bangun dalam kasus ini adalah karena mengetahui ketika dirinya bertemu dengan JR. Saragih. Dan melalui Silverius Bangun, dirinya ada menitipkan uang untuk diberikan ke Bupati Simalungun tersebut.

Dalam laporan yang dilakukan Elias ke poldasu itu, JR. Saragih dan Silverius Bangun, telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 378 jo 372 KUHPidana.(El)

Foto|Kabid Humas\dok\net\

News Feed