oleh

Dua Wanita Pelaku Kejahatan dan Seorang Perampok Diringkus Polsek Percut

OKEBUNG |
Dua wanita spesialis berbagai aksi kejahatan, L (22) warga Jalan Tirtosari dan R (28) warga Jalan Elang II, Medan Denai dan seorang perampok, Bo (26) warga Jalan Selamat Ketaren Gang Teratai,Desa Medan Estate,Kec Percut Sei Tuan,Kab Deliserdang,Prov Sumut berhasil diringkus petugas Polsek Percut Seituan.

Keterangan yang dihimpun okebung.com di kepolisian, Kamis (02/10/2014) menyebutkan,diringkusnya dua pelaku L dan R atas melakukan pencurian di satu Vihara tempat sembahyang umat Buddha di Jalan Garuda,Kelurahan Bantan Timur,Kecamatan Medan Tembung.

Ketika itu dua pelaku tersebut beraksi bersama dengan empat rekannya yang saat ini buron.Dalam aksinya,para pelaku Berhasil menggondol 3 gendi besar terbuat dari kuningan, 1 gendi kecil terbuat dari kuningan, 1 kotak infak, uang tunai Rp 15 juta dan 4 pedang.

Selanjutnya para pelaku membawa barang curian itu dengan menggunakan 2 becak barang jenis becak motor.

Atas kejadian itu,Heng Asiok (50) selaku Biksu di Vihara itu melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan. Petugas Reskrim yang mendapat laporan itu, langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP. Alhasil, Selasa (23/09/2014) pagi,dua pelaku berhasil ditangkap saat sedang duduk-duduk di pinggiran rel kereta api tak jauh dari rumahnya, selanjutnya diboyong ke Mako, berikut 2 becak barang.

Dan di hari yang sama, Selasa malam personil Reskrim meringkus seorang pria berinisial B, yang kerap melakukan perampokan serta merampas sepedamotor, juga Curanmor. Pelaku diduga selama ini bersama teman-temannya yang masih buron melakukan perampokan disertai kekerasan di seputaran Jalan Metrologi, Desa Laut Dendang dan Jalan Kapt Batu Sihombing,Percut.

Pelaku ditangkap berdasarkan adanya laporan dari korbannya, Oloan Mangapu Siregar (25) warga Jalan Tuasan, Medan Tembung, yang sepedamotor Yamaha Vixion miliknya telah dicuri pelaku.

Kepada okebung.com,pelaku L mengaku bahwa bersama teman-temannya sering melakukan aksi pencurian di rumah warga, Vihara serta sepeda motor yang terparkir. “Kendi dari kuningan itu kami jual ke seorang pria di daerah Jalan Ladon. Satu kendi dihargai Rp 2 juta. Kami juga kerap mencuri sepedamotor yang diparkir di daerah Petisah, Padang Bulan, Sunggal dan lokasi lainnya dan aku sudah lupa. Kalau ditanya sudah berapa kali kami mencuri, aku sudah tidak ingat lagi,” akunya.

Sementara itu, Bo mengaku sudah sering mencuri sepdamotor da merampok. “Setiap merampok, aku dan teman-temanku selalu melukai korbannya jika melawan. Sepedamotor hasil curian dan perampokan aku jual ke Rizal warga Jala Selamat Ketaren Gg Kelapa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim Iptu Bambang G Hutabarat SH MH ketika dikonfirmasi menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan ketiga pelaku tersebut cukup unik.

“Kedua wanita dan rekan-rekannya yang masih diburu petugas kita melakukan pencurian dengan modus sedang mencari makanan sisa untuk makan ternak. Saat melihat sepeda motor yang diparkir di teras rumah yang pagarnya di kunci,pelaku langsung mengambil gunting pemotong besi yang disimpan di bawah papan becak barang. Selanjutnya memotong gembok pagar, lalu merusak kunci kontak sepedamotor,”ungkap Ronald.

Lanjutnya,ada juga sepeda motor hasil curian langsung diangkat ke becak barang. kita saat ini masih memburu 4 orang lagi. Menurut keterangan 2 pelaaku, mereka sudah lebih dari 10 kali melakukan pencurian, khususnya di wilayah kota Medan dan Deli Serdang.

“Para pelaku kejahatan ini sudah lebih 10 kali beraksi diwilayah kota Medan,” jelas mantan Kapolsek Parapat itu.

Masih menurutnya, sedangkan Bi jika beraksi tidak sendirian. “Rekan pelaku masih kita kejar dan identitasnya sudah kita kantongi.
“Kasusnya masih kita kembangkan,

untuk mengungkap jaringan-jaringan para pelaku yang selama ini sering meresahkan masyarakat,” tegasnya(Ade)
Foto:Ilustrasi/

News Feed