oleh

Dua Tersangka Penganiaya PRT Ditransfer Polisi ke Rutan Tanjung Gusta

OKEBUNG |
Kepolisian Resort Kota Medan (Polresta ) memindahkan (mentransfer),M Tariq (17) dan Bahri (28) dua tersangka penganiaya hingga menyebabkan kematian Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Jalan Beo /Angsa,KecMedan Timur,Jumat (12/12/2014).

Informasi diperoleh menyebutkan, selain memindahkan kedua tersangka, polisi juga mengirim berkas acara pemeriksaan (BAP) keduanya ke Kejari Medan.

“Tadi tim dari Sat Reskrim Polresta Medan yang menyerahkan keduanya,” ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta kepada wartawann

Sementara itu,Kasi Intel Kejari Medan Rudi Hermansyah mengatakan, bahwa berkas para tersangka dipisah.

“Ya berkas dilakukan secara terpisah karena tersangka masih anak-anak dan nantinya anak tersangka dan pekerja akan diserahkan kepada Jaksa Amrizal.

“Nantinya Bahri akan diperiksa bersama JPU Fahmi, sedangkan tersangka Toriq akan ditangani oleh Lila Nasution,”tandasnya

Sebagaimana diketahui bahwa terungkapnya kasus pembunuhan sadis dan kejam ini,setelah lokasi rumah penampungan pekerja wanita PT Maju Jaya miik H Syamsul Anwar dan Radika berada di Beo/Simpang Angsa,Kec Medan Timur digerebek tim unit Judisila/Vice Control/ Polresta Medan.

Dalam penggerebekan itu,petugas menemukan tiga orang wanita pekerja rumah tangga (PRT)dalam kondisi memperihatinkan penuh luka dan badannya kurus semua.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan dalam kasus ini ternyata ada PRT yang tewas bernama Cici akibat dianiaya oleh Syamsul CS.

Usut demi usut akhirnya Polresta Medan menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus penganiayaan dan penyekapan disertai pembunuhan ini.

Guna memastikan korban yang tewas adalah Cici,selanjutnya polisi mendatangkan keluarga Cici ke Medan.Namun,begitu tiba di Medan ternyata korban adalah kakak kandung Cici bernama Hermin Rusmidiyati (45) warga asal Desa Candi Tembaga Selatan, Kecamatan Ngalihan, Semarang dan sebenarnya korban berangkat bekerja menggunakan identitas Cici,karena identitas korban hilang semua.

Guna memastikan jasad yang ditemukan di Kabanjahe,Tanahkaro,Prov Sumut yang telah dimakamkan pemkab setempat adalah korban Hermin.Maka selanjutnya Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sumut dipimpin Tim Dokter Forensik Rumah Sakit dr Pringadi Medan,Surjat Sigh melakukan pembongkaran makam korban untuk kepentingan otopsi di Pemakaman Kristen Jalan Irian Ujung Desa Lau Gumba, Kecamatan Kabanjahe  Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara pada,Sabtu (06/12/2014) lalu.

Dari hasil utopsi yang di lakukan Tim Ahli  Forensik RS Dr Pringadi dan DVI yang dihadiri Dokkes Polda Sumut, Kabid Humas,AKBP Helfi Assegaf
dan Kasubdit III/ Umum Jatanras Ditreskrimum, Polda Sumut, AKBP Amri Siahan serta Waka Polresta Medan AKBP Hondawantri Naibaho menemukan kekerasan pada tulang rusuk kiri kanan patah, paru-paru rusak diduga akibat terendam air, gigi bawah depan terlepas.

“Korban tewas akibat dianiaya secara sadis oleh para pelaku,hal itu dibuktikan dengan banyaknya tanda kekerasan ditemukan ditubuh korban PRT Hermin,”sebut AKBP Helfi beberapa waktu lalu.

Selain itu,lanjutnya,terdapat juga luka robek pada kepala dibagian belakang, luka memar pada kaki kanan pada bagian belakang, luka lebam pada mata kiri kanan akibat benturan benda tumpul,dan dari hasil otopsi tersebut hampir diseluruh tubuh korban mengalami Luka lebam termasuk di wajah korban serta ada juga luka sayatan benda tajam pada pantat sebelah kiri korban.

“Sebelum korban tewas jelas dianiaya secara sadis oleh pelakunya.Kasus ini akan tetap dikawal hingga tuntas,agar kejadian seperti ini tidak terulang di Medan maupun di kota-kota lain. Kita harus melakukan pencegahan sejak dini,”tegas Kabid Humas Polda Sumut.(Admin)

Foto:dok/okebung.com/

News Feed