oleh

Dua Pemutilasi Bocah Dituntut Hukuman Mati,1 Dihukum Seumur Hidup

OKEBUNG|
Kisah mengenai peristiwa ditemukannya 7 bocah yang menjadi korban pemutilasian dilakukan 3 pelaku akhirnya menjalani tuntutan hukuman mati di Pengadilan Negeri Siak,Rabu (21/01/2015).

Dua terdakwa pemutilasi enam bocah di Kabupaten Siak, Riau, Delfi alias Buyung (21) dan Supian Bin Herman (26) dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Siak Sri Indrapura. Sementara terdakwa lainnya, Deswita, dituntut hukuman penjara seumur hidup.

Dalam amar tuntutan yang dibacakan di Pengadilan Siak itu, Selasa (20/01/2015), JPU menilai terdakwa Delfi dan Supian terbukti melakukan pembunuhan berencana. Terdakwa dengan sengaja merampas nyawa orang lain.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal pasal 340 juncto pasal 55 ayat (1) juncto pasal 65 ayat (1) KUHPidana tentang pembunuhan berencana,” tegas JPU Zainul dalam tuntutannya.

“Dengan demikian, kami meminta Pengadilan Negeri Siak yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan agar pidana mati terhadap terdakwa M Delfi alias Buyung Bin Basri Tanjung dihukum mati,” jelas Zainul.

Menurut Zainul, tuntutan yang dibacakannya berdasarkan keterangan saksi, alat bukti, fakta persidangan dan analisis yuridis fakta sidang. Dimana semuanya suatu kesatuan dan tak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.

“Tuntutan ini juga berdasarkan pertimbangan yang memberatkan dan meringankan,” ucap JPU Zainul.

Hal memberatkan, kata Zainul, perbuatan terdakwa sangat sadis, tidak berprikemanusian, meresahkan masyarakat luas, menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi keluarga korban dan perbuatan terdakwa dilakukan secara berulang ulang. Seusai membacakan tuntutan, Majelis Hakim Sorta Ria Neva memberi kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa Wan Erwin Anwar melakukan pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya.

Sementara itu, terdakwa M Delfi dan Supian terlihat tenang-tenang saja dituntut hukuman mati. Sedangkan Deswita Demala Sari tertunduk lesu, air mata pun mengalir dipipinya.

“Saya akui membunuh tujuh korban dan satu di antaranya saya kuliti,” kata M Delfi di hadapan majelis hakim.

Disamping itu, seorang ibu salah satu korban, Misna Angraini mengaku puas atas tuntutan JPU itu. Dia berharap majelis hakim menvonis tiga terdakwa sesuai dengan tuntutan jaksa.

“Saya puas, nyawa harus dibayar nyawa, saya harap hakim nantinya juga menvonis sama dengan tuntutan jaksa,” kata Misna.(Ade/AS)

News Feed