oleh

Dua Kali Memperkosa,Supir KUPJ Dibekuk Polsek Delitua

OKEBUNG|
Eko Sunarya (27) warga Asrama Brigif Kelurahan Harjo Sari, Kecamatan Medan Amplas, harus kembali mendekam di sel tahanan Polsek Delitua yang kedua kalinya.

Pasalnya, Sopir KPUJ ini ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Delitua karena kembali melakukan pemerkosaan. Kali ini korbannya seorang gadis inisial Y (28) warga Indra Pura, Kabupaten Asahan,Provinsi Sumatera Utara.

“Ini kedua kalinya tersangka ditangkap atas kasus yang sama. Dimana, pada tahun 2013,tersangka juga sempat mendekam dibalik jeruji besi. Namun, Eko akhirnya bisa menghirup udara segar pada Bulan September 2014 setelah menjalani hukuman 1,8 Tahun Penjara” jelas Kapolsek Delitua, AKP Daniel,S .Marunduri,SIK melalui Kanit Reskrim AKP Martualesi Sitepu,SH,MH.

Lanjut dijelaskannya,namun,begitu usai keluar lembaga pemasyarakatan (lapas), Eko kembali melakukan aksinya sebagai penjahat kelamin. Eko kembali ditangkap Unit Reskrim Polsek Delitua, Jumat (22/05/2015) sekira pukul 19.00 WIB di Stasiun KPUJ di Jalan SM Raja Medan atas laporan Y, pada Sabtu (31/01/2015) pukul 18.30 WIB.

“Ceritanya, antara Y dan Eko berkenalan pada pertengahan bulan Januari 2015 melalui akun jejaring sosial Facebook. Bermodalkan foto-foto tampang mirip orang barat di akun Facebooknya, membuat hati Y menjadi luluh”, urainya.

Masih dikatakannya bahwa Eko selanjutnya meminta tukaran nomor HP milik korban. Melalui telepon dan chatingan di facebook, Eko terus melancarkan rayuan gombalnya, sehingga membuat hati Y akhirnya. luluh. Singkatnya, Eko pun mendatangi rumah Y pada 21 Januari 2015 lalu.

“Melalui telepon dan chatingan Eko terus merayu korbannya hingga korbannya bertekuk lutut termakan rayuan Eko,”tambah Martualesi.

Lalu pada hari ketiga pertemuan mereka, kata Martualesi,Eko sudah berhasil meminjam uang milik Y sebesar Rp 3,5 juta dengan alasan untuk membeli tiket ke Jakarta dalam keperluan sesuatu urusan. Untuk meyakinkan Y, Eko berjanji akan membayarnya setelah pulang ke Medan dan sekaligus akan mengenalkan Y kepada keluarganya di Kelurahan Harjo Sari, Medan Amplas.

“Baru tiga kali bertemu,Eko sudah berhasil meminjam uang korban Rp 3 juta dengan alasan mau beli tiket untuk ke Jakarta,”sebut AKP Martualesi.

Ternyata,lanjut dijelaskan Martualesi bahwa Eko tidak melupakan janjinya. Pada hari kejadian, tepatnya pada tanggal 31 Januari 2015, Y pun dibawa ke Medan dengan alasan agar dipertemukan dengan keluarganya sekaligus untuk menyerahkan uang milik Y yang pernah dimintanya.

“Namun korban bukannya dibawa ke rumahnya di Kelurahan Harjo Sari. Melainkan ke Hotel Borobudur di Jalan Jamin Ginting Medan,dan didalam kamar itulah tersangka Eko memperkosa korbannya.Untuk melancarkan aksinya agar tidak terdengar orang,tersangka sengaja menguatkan volume TV didalam kamar,”beber Kanit Reskrim Polsek Delitua.

Tak terima dipaksa melakukan hubungan intim, hari itu juga, Y mendatangi Polsek Delitua untuk membuat laporan. Berdasarkan atas laporan korban dan didukung oleh hasil visum, Eko pun langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Dan,tepatnya Jumat (22/05/2015) sekira pukul 19.00 WIB, Eko pun akhirnya diciduk saat berada di Stasiun KPUJ di Jalan SM Raja Medan dan selanjutnya digelandang ke Polsek Delitua guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya,tersangka dijerat dengan pasal 285 sub 289 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Jek)

Foto|ist\

News Feed