oleh

Dua Jenazah Korban Kapal Cargo Tenggelam di Perairan Belawan Ditemukan

OKEBUNG|
Setelah dilakukan pencarian selama dua hari,akhirnya dua jenazah korban kapal kargo Kumala Endah yang tenggelam di perairan Belawan berhasil ditemukan dalam kondisi sudah mulai membusuk.

Kedua korban diketahui, Sutimin selaku kapten kapal kargo Kumala Endah dan seorang lagi dengan ciri – ciri mengenakan baju kaos kotak – kotak berwarna coklat yang berada di kamar mayat RS Bhayangkara Polda Sumut Jl K.H Wahid Hasyim, sempat menggegerkan keluarga salah satu awak kapal yang diketahui bernama Daniel Marganda Sinaga (22) warga asal Tanah Jawa,Siantar,Sumatera Utara.

Jasad ABK 2 Yang Ditemukan(1)
Hal tersebut diakui oleh Sri (22) warga Jalan Abdul Sani Mutalif, Pasar II, Kec. Medan Marelan, yang merupakan kekasihnya yang sudah 2 tahun berpacaran dengannya.

Dari ciri – ciri salah satu jenazah korban yang berada di kamar mayat RS. Bhayangkara, ini diketahui bahwa dirinya mengenakan baju kaos kotak – kotak yang dibelinya untuk Daniel marganda.Dan, dua unit hp yang ditemukan di kantong salah satu jenazah yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya, diyakini ialah milik Daniel yakni hp Blackberry dan Nokia.

Namun, sesuatu ciri – ciri yang membuat mereka kurang yakin yakni tato sisik yang berada ditangan kiri jenazah tersebut dan rambutnya yang botak.

Diyakini bahwa jenazah itu bukanlah jenazah Daniel, lantaran ia tidak bertato dan rambutnya juga tidak botak.

“Itu bajunya si Daniel bang, tapi dia bertato dan rambutnya botak. Si Daniel gak bertato bang dan juga dia berambut bang. Karena Sabtu (21/03/2015) kemarin dia sempat singgah ke rumah saat kapalnya menepi di pelabuhan Belawan,” terang Sri kepada wartawan,Kamis (26/03/2015).

Diakui Sri bahwa Daniel meninggalkan pesan kepadanya selama 4 jam bertemu di rumahnya.’Nanti kalau karam kapalku, kalau kau kujemput jangan melawan kau ya.Kalau kau dengar karam kapalku,kau cium – cium aja jaketku yang kutinggalkan ini untukmu.

“Dia banyak tinggalkan pesan bang,seperti buang tabiat aja terakhir kami bertemu,”ungkap Sri menirukan ucapan kekasihnya.

Pesan – pesan yang sama juga dijelaskan oleh Normaida Siregar selaku nantulang Daniel, bungsu dari 4 bersaudara ini yang sempat dikunjunginya dan berpesan bahwa pertemuannya Sabtu (21/03/2015) lalu, adalah pertemuan terakhirnya.

“Datang dia ke rumah dek, dan ngomong yang aneh – aneh.Mungkin aku yang terakhir kali kesini’. Gitu dia bilang dek sama saya waktu dirumah,” ungkap Normaida.

Tak hanya keluarga dari pihak Daniel saja yang datang, keluarga besar Revido Sembiring Brahmana, pun mendatangi RS.Bhayangkara untuk memastikan dua jenazah tersebut. Namun, lagi – lagi dari keduanya bukan jenazah Revido sulung dari 4 bersaudara yang merupakan ABK kapal kargo Kumala Endah yang tenggelam di perairan Belawan, Selasa (22/03/2015) sekira pukul 18.00 WIB.

“Kami keluarga Revido bang, rupanya dua jenazah itu bukanlah si Revido. Kami pulang dulu ya bang, sambil menunggu informasi lanjut dari kepolisian,” ujar salah seorang keluarga Revido yang tak mau menyebutkan identitasnya.

Qoniatul (26) warga asal Jombang, Jawa Timur yang menetap di Jalan Beo, Kec. Medan Sunggal, anak ke 4 dari 6 bersaudara merupakan adik kandung Mukhtarudin (36) salah satu ABK kapal kargo Kumala Endah yang juga turut memastikan dua jenazah tersebut ialah jenazah abangnya yang sudah 2 tahun bekerja di kapal yang berstatus ayah dua anak ini.”Itu bukan jenazah abangnya,lain bang bukan itu,”sebutnya.

Ditambahkannya, dirinya sudah 9 bulan berada di Medan ini sempat bertemu dengan abangnya yang menyuruhnya ke Belawan, sebelum keberangkatan kapal mereka dan mengatakan bahwa ia berencana pulang ke kampung halamannya Mei mendatang dan membawa keluarganya jalan – jalan.

“Abang saya itu, Sabtu kemarin sempat nyuruh saya ke Belawan dan ia cerita bahwa Mei mendatang mau ke Jawa untuk bawa keluarganya jalan – jalan, karena ia rindu dengan keluarganya itu bang.Tapi,jenazah yang dikamar mayat itu tadi bukanlah abang saya. Saya akan pulang dan menunggu informasi selanjutnya dari kepolisian dan berharap agar abang saya segera ditemukan,” terang Qoniatul.

Lain hal dengan Eko Nugroho salah satu abk yang selamat saat di kamar mayat RS. Bhayangkara, yang melihat jenazah Sutimin (pakde) nya.Dirinya emosi dan mengusir wartawan,dan tak mau berkomentar banyak.

“Sana-sana kalian, besok – besok aja. Saya lagi pusing ini,itu pakde saya yang di kamar mayat.Jangan wawancara – wawancara, besok – besok aja,” ucap Eko dengan nada tinggi sembari meninggalkan wartawan.

Data diperoleh okebung.com menyebutkan,saat ini petugas Tim SAR gabungan tengah mencari korban,Isak Sulo warga Toraja Panggala Sulsel, Ribut Wahyu Panitip warga Ciledug, Tangerang, Suhadi warga Bogor, Mat Muhtarudin warga Mojokerto Jawa Timur, Aris Sutianto warga Ponorogo Jawa Timur,Revido Brahmana warga Kampung Lalang Medan, Daniel Marganda Sinaga warga Tanah Jawa, Simalungun dan Ridwan warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ,Kapal Kargo Kumala Endah GT 454 bermuatan besi 710 ton tujuan Kalimantan Barat, tenggelam setelah menabrak bangkai kapal di perairan Belawan.

Setelah menabrak,kapal brmuatan besi tersebut langsung karam di tengah perairan Belawan dengan menewaskan 9 ABK dan 5 ABK yang selamat yang terjadi pada hari Selasa (24/03/2015).

Sementara itu,Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, kedua korban yang ditemukan tim SAR itu sudah dilakukan autopsi. Namun begitu pun, pihak Polda Sumut masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan di perairan Belawan.

“Pihak petugas kini masih mencari
korban lainnya yang hilang,” ucapnya kepada wartawan. (ad)

Foto |dua korban\ist\

News Feed