oleh

DPRD Sumut Desak Polisi Usut Kasus Menimpa Masyarakat BPPRI Kebun Kelambir V

OKEBUNG|
Lambannya penuntasan kasus pengrusakan rumah dan kebun milik masyarakat penunggu tanah adat Kampung Kelambir Lima,Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara ( Sumut) yang dilakukan puluhan orang tak dikenal (OTK) diduga suruhan pihak PTPN II ternyata berbuntut panjang hingga ke wakil rakyat dan dibawa ke rapat dengar pendapat (RDP).

Dalam RDP Komisi A DPRD Sumut,Selasa (09 /02/2016) yang dihadiri Manager Kebun Ir Hery Suprianto,Kapolsek Hamparan Perak,Kompilasi Arifin Marpaung dan masyarakat adat Kelambir Lima,itu terungkap bahwa kasus pengrusakan kebun dan rumah milik petani tersebut termasuk pidana berat dan harus diusut tuntas.

” Kapolres Pelabuhan Belawan dan jajarannya diminta untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan ,pengrusakan rumah menimpa masyarakat (petani) di Kelambir Lima itu,”tegas Ketua Komisi A DPRDSU,Sarma Hutajulu.

Menurutnya,kasus menimpa petani itu sudah berlarut dan harus diusut sampai tuntas siapa
pelakunya.” Kasus ini harus benar- benar menjadi prioritas Polres Pelabuhan Belawan,” sebutnya.

Menanggapi permintaan Komisi A DPRDSU itu,Kapolsek Hamparan Perak mengatakan bahwa permasalahan pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menimpa masyarakat BPP RI dan telah memanggil terlapor.

” Namun,karena dua alat bukti belum terpenuhi sehingga kasus tersebut lamban tertangani.tetapi bukan berarti kasus tersebut kita hentikan itu terus kita lakukan penyelidikan demi memberikan rasa keadilan terhadap masyarakat,” tegas Kompol Arifin.(SS)

Foto ; ilustrasi

News Feed