oleh

Dolar AS Jatuh ke Level Terendah 3 Mingguan

OKEBUNG|
Dalam tiga minggu, Dolar Amerika Serikat (AS) jatuh ke level terendah Dolar melemah setelah angka tenaga kerja naik kurang dari perkiraan pada Oktober, di tengah perdebatan kapan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

The Bloomberg Indeks Dollar Spot mencatat keuntungan minggu ketiga, setelah Ketua Fed Janet Yellen mengatakan bank sentral harus menggunakan semua alat yang tersedia untuk mengatasi pertumbuhan yang rendah dan inflasi yang masih di bawah target.

Di sisi lain, Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi menegaskan komitmennya untuk memberikan stimulus. Pernyataannya ini membantu mengirim euro ke penurunan mingguan ketiga.

“Investor kehilangan harapan. Pasar mengantisipasi data yang lebih tinggi, tetapi dari sudut pandang kami di sini, ini hanyalah sebuah benjolan dalam kekuatan dolar,” kata dealer di USForex Inc, Lennon Sweeting, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (08/11/2014).

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, turun 0,6 persen menjadi 1,091.46 di New York, penurunan terbesar sejak 15 Oktober, namun dolar AS Masih naik 1 persen pada pekan ini.

Mata uang AS turun 0,5 persen menjadi 114,60 per yen Jepang, setelah menyentuh 115,59, level terkuat sejak November 2007. Euro naik 0,7 persen menjadi USD1,2455 mengupas kerugian pekan ini menjadi 0,6 persen. Sedangkan Yen tergelincir 0,1 persen menjadi 142,73 per euro.(okz\admin)
Foto:ilustrasi\

News Feed