oleh

Dody Arifin SH:Apa Kata Kompol Wahyu Itu Salah.Enak Aja Kalau Ada Kasus Melanggar UU Bisa ‘Bebas’ Karna Damai,Melanggar UU Ajalah Semua ?

MEDAN -OKB|
Terkait adanya steatmen Kasat Reskrim Polresta Medan,Kompol Wahyu Bram mengenai dilepasnya pelaku cabul oleh oknum polisi di Percut Seituan yang menyebutkan bahwa Polri Adalah Penegak Hukum Bukan Penegak Undang-Undang ternyata hal itu menuai masalah.

Terkait hal tersebut,Fraktisi Hukum,Dody Arifin,SH mengatakan apa yang disebutkan Kasat Reskrim Polresta Medan Polri adalah penegak hukum itu memang benar,namun kalau disebutkannya bukan penegak undang-undang itu jelas salah.Karena suatu perkara yang menyangkut masalah hukum ditangani Polri,seperti kasus narkoba,pencabulan,ilegal loging,ilegal fishing,ilegal mining,trafiking dan kasus 303 itu melanggar undang-undang.

“Jadi awal suatu perkara adanya kasus narkoba diangkat jelas dari melanggar undang-undang yang telah disyahkan negara.Intinya,oknum yang berani melepaskan pelaku cabul tersebut janganlah seperti hakim yang bisa menentukan atau memvonisnya.Damai boleh,tapi berkas tetap lanjut,karena perdamaian hanya sebatas untuk meringankan hukuman pelaku saja,”jelasnya.

Disebutkannya,Polri sebagai penegak hukum dan menjalankan hukum sesuai undang-undang yang berlaku diatur oleh negara.Jadi apa kata pak Kasat Reskrim itu jelas salah.Tanpa undang -undang gak ada hukum.Seperti kasus narkoba,anggota Polri menangkap seseorang karena melanggar hukum dan kasus narkoba itu ada diatur diundang-undang.

“Tersangka yang sudah ditahan terus dilepaskan oknum polisi karena sudah berdamai sama korban sah-sah saja.Karena perdamaian itu hanya meringankan pelaku saja.Proses hukum harus tetap berjalan.Kalau namanya korban gak melapor itu mustahil,karena pelaku sempat ditahan polisi,”bebernya.

cabuli

Kita juga mengetahui Polri sudah mengakomodir Metode Alternative Dispute Resolution (ADR) dan Restorative Justice,Namun lihat juga kasusnya.Kalau kasus pencabulan menimpa anak dibawah umur tentu wajib dilanjutkan ke pengadilan.

“Intinya diduga ada permainan “pat gulipat”dalam kasus tersebut makanya bisa bebas pelakunya,”tegasnya.

Terpisah,Sekretaris Kelompok Kerja Perlindungan Anak kota Medan (Pokja PA),Jhoni Anthoni Teguh Harahap mengatakan dalam kasus pencabulan yang melanggar tindak pidana,pasal 82 UU.RI No 23,Tahun 2002,Tentang Undang -Undang Perlindungan Anak dan penyelesaian kasusnya diluar pengadilan bagi pelaku berusia 18 tahun keatas tidak bisa dilakukan dan harus lanjut

“Pelaku pencabulan usia 18 tahun keatas terhadap korban anak dibawah umur,walaupun damai antara pelaku dan keluarga korban kasusnya harus lanjut dan tidak bisa diselesaikan diluar pengadilan,Proses hukum wajib dilanjutkan ke pengadilan,terkecuali pelakunya anak dibawah umur tidak bisa ditahan atau hukuman penjara,”ungkapnya.

Diterangkannya,jika pelakunya berusia diatas 12 tahun dibawah 18 tahun tersangkanya maka bisa digunakan UU.RI No 11 tahun 2014 Tentang Sistem Peradilan Anak.

“Kasus yang di Polsek Percut Seituan itu harus dan wajib dilanjutkan proses hukumnya ke pengadilan,bukan dilepaskan begitu saja. Kalau gak bersalah jadi mengapa pelakunya sempat ditahan dan ada stetmen pelaku dan korban telah berdamai.Berarti dalam penganan kasus pencabulan ini diduga ada yang mengambil keuntungan semata,”bebernya.

Sebagaimana diketahui,Geno (52)kakek memiliki tiga cucu yang bekerja sebagai supir pribadi warga keturunan Tionghoa di Komplek Perumahan Cemara Asri diamankan keluarga korban pada Rabu (09/11/2014) didalam warnet yang berada dikawasan Simpang Jagung Percut lantaran telah mencabuli siswi Kelas VI SD berinitial SC(11) dibelakang rumah korban.

Di belakang rumah korban,pelaku dalam keadaan mabuk tuak dengan leluasa membuka pakaian korban dan menggerayangi kedua belah dada korban yang masih gadis baru tumbuh.

Usai melakukan aksi bejatnya,korban pulang dan menceritakan kejadian dialaminya kepada kedua orangtua dan warga setempat.

Sontak saja kedua orangtua korban dan warga langsung emosi dan langsung mendatangi pelaku dirumahnya.Namun tidak ditemukan.Setelah dilakukan pencarian ternyata pelaku bersembunyi didalam warnet.Mendapat informasi keberadaan pelaku lantas keluarga korban dan warga pun mendatangi warnet dan berhasil meringkus pelaku.

Begitu ketemu pelaku,warga dan orangtua korban pun langsung menghajar pelaku hingga babak belur.Usai mengakui perbuatan bejatnya membuka pakaian korban dan menggerayai buah dada korban,pelaku memiliki tiga cucu dalam kondisi babak belur ini pun langsung digiring warga dan kedua orangtua korban ke Mapolsek Percut Seituan.

Selain mengakui dihadapan warga dan kedua orang tua korban.Pelaku juga mengakui perbuatan bejatnya dihadapan petugas Polsek Percut Seituan dan kedua wartawan pelaku mengakui perbuatannya
“Benar pak,saya dalam keadaan mabuk menggerayangi korban.Sebelumnya dia saya datangi dan saya bawa kebelakang rumahnya.Saya paksa buka bajunya.Begitu dibuka buah dadanya saya gerayangi,”aku pelaku dihadapan kedua wartawan dan petugas Polsek Percut Seituan.

“Benar anak kita dicabuli si pelaku tadi dan akibatnya anak kami ini masih dalam keadaan trauma. Pelaku sudah dijebloskan ke penjara sini pak” ucap ayah korban dengan membonceng anaknya (korban) pulang.

Namun,pada Jumat (11/07/2014)pelaku cabul tersebut telah bebas berkeliaran diluar sel Mapolsek Percut Seituan.(admin)

Foto :Pelaku Cabul dan Ilustrasi/Net/

News Feed