oleh

Dituding Pemakai Narkoba, Disiksa,Ditahan 8 Hari ,Diperas Puluhan Juta Rupiah

OKEBUNG |
Apa jadinya jika seseorang dituding pemakai narkoba tanpa ada barang bukti hingga berujung mendekam di bui dan sempat mendapat penyiksaan.

Inilah yang dialami Putra.Dirinya difitnah dituding memiliki narkoba,diduga disiksa,ditelanjangi dan dipukuli hingga babakbelur. Ujungnya ditahan dan diperas puluhan juta rupiah oleh petugas mengaku Anggota BNN Provinsi Sumut .

Demikian diungkapkan, Soridah (51) didampingi ayahnya Saparun Armayah (62) warga Jalan Periuk,Kel Sei Putih Tengah,Kec Medan Petisah saat ditemui okebung com kediamannya,Rabu (03/06/2015),malam.

Disebutkannya bahwa mereka awalnya terkejut atas penahanan yang dilakukan pihak Poldasu terhadap anaknya tanpa didasari barang bukti.

Sang ibu menjelaskan adapun peristiwa yang menimpa anaknya tersebut Senin (30/03/2015) siang berawal saat anaknya Putra (20) ditangkap ibunda bersama ayahnya sedang pergi ke Kota Bandung guna menghadiri perkawinan anak gadisnya bernamaMaya.

Kemudian Putra yang saat itu posisi sendirian dirumah dihubungi Jefry mengatakan bahwasannya mobil Honda Jazz yang diinginkan sudah ada dan Putra disuruh datang ke Jalan Bilal karena sebelumnya sang ibunda sudah menyerahkan uang sejumlah Rp 29 juta kepada Jefry untuk sebagai DP pembelian Mobil Honda Jazz dengan dua kali tahap pembayaran.

” Pertama kali saya menyerahkan uang tunai sejumlah Rp 12 juta kepada Jefry di rumah setelah selang berapa hari selanjutnya saya menyerahkan uang sebanyak Rp 10 juta juga di rumah kemudian sisanya dua kali tranfer dengan uang Rp 2 juta dan Rp 5 juta jadi kalau di hitung semua sejumlah Rp 29 juta yang sudah saya serahkan sama Jefry,” kata sang ibu.

Selanjutnya Putra dengan menggunakan mobil rental Honda Jazz pergi ke tempat yang disuruh Jefry dengan ditemani rekannya Putra Keling dan dua cewek temannya.

Ditengah perjalanan Putra kembali dihubungi Jefry dan mengarahkan dirinya ke Jalan Sei Batang Hari Medan,namun saat tiba di Jalan Sei Batang hari simpang lampu merah mobil Handa Jazz yang dikemudikan Putra diberhentikan pengemudi Mobil Fortuner,Pajero serta Avanza .

Selanjutnya ditaksir berjumlah 20 orang yang saat itu berada di dalam 3 unit mobil tersebut lalu menghampiri Putra dan mengatakan bahwa mereka anggota BNN Provinsi Sumut yang diketahui satu diantaranya mengaku bernama Nurdin Wijaya dan Darman,kemudian para pelaku menyuruh keluar mobil dan melakukan pemeriksaan terhadap Putra dan Putra keling dengan tudingan keduanya menggunakan narkoba sementara dua rekannya cewek yang lain disuruh pergi.

Usai dilakukan pemeriksaan terhadap Putra dan Putra Keling kemudian keduanya diboyong ke RS Bunda Thamrin yang hanyak berjarak kurang lebih 7 meter dari lokasi semula.

Saat tiba di pelataran RS Bunda Thamrin lalu para pelaku menyuruh membuka baju celana Putra Keling sementara Putra dipukuli.

Para pelaku mengatakan kepada Putra bahwasannya tes urine di RS Bunda Thamrin miliknya positif kemudian Putra bersama mobil rental Honda Jazz yang ditumpanginya di boyong ke Mako Poldasu sedangkan Putra Keling disuruh para pelaku pergi.

Setelah 8 hari dilakukan penahanan terhadap Putra tanpa adanya surat penahanan kepada pihak keluarga,selanjutnya ibu Putra pulang dari Bandung ke Medan dan usai dilakukan pengecekan kemudian pihak keluarga mengetahui bahwasannya Putra ditahan di Mako Poldasu atas tudingan kedapatan narkoba.

Dengan upaya keluarga,Putra pun akhirnya dibebaskan Senin (06/04/2015) oleh petugas Poldasu tanpa di pungut biaya apapun.

” Menurut pengakuan Jefry anak saya bisa lepas karena uang yang diserahkan sejumlah Rp 29 juta sebelumnya sudah habis alasan uang tersebut sudah di bagi-bagi dengan Nurdin Wijaya dan Darman,” jelas sang ibu menirukan ucapan Jefry.

Sang ibu Soridah berharap pihak keluarga keberatan atas perbuatan yang dilakukan para pelaku tersebut dan akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

” Siapa yang terima anaknya dipukuli,ditahan selama 8 hari di sel Poldasu dengan alasan menggunakan narkoba tanpa ada barang bukti,dan atas kejadian yang menimpa anak saya ini kami pihak keluarga secepatnya akan melaporkan masalah ini ke Poldasu guna mendapatkan keadilan,”harap Soridah.

Kabid Humas Poldasu,Kombes Pol Helfi Assegaf saat dikonfirmasikan okebung.com terkait penahanan terhadap Putra mengatakan dirinya masih melakukan penyelidikan.

” Menurut pengakuan anggota tidak ada atas nama Putra dilakukan penahanan,pun demikian masih kita selidiki kebenarannya,”kata Kabidhumas. (Jek)

News Feed