oleh

Dituding Meras,Oknum TNI Dilaporkan,Anthony Jadi Tersangka

OKEBUNG|
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan mengambil keterangan saksi,akhirnya, Serma IH beserta dua anggota TNI resmi dilaporkan dalam kasus dugaan pemerasan ke Polsek Medan Baru.

Selain ketiga oknum TNI tersebut, seorang debt colektor, Anthony Tarigan juga dilaporkan melakukan dugaan pemerasan yang dilaporkan Leka (28) warga Perumahan Poldasu, Jalan Sri Gunting, Medan, Minggu (15/03/2015) sekira pukul 17.30 WIB.

IMG_20150314_152921
Terpisah,Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Oscar Setjo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan pengaduan yang dilakukan oleh Serma Irwansyah Harahap bersama dua rekannya sesama anggota TNI bersama Anthony.
IMG_20150315_075831
“Benar. 3 anggota TNI yang diketahui bertugas di Pomdam I/BB tersebut sudah dilaporkan bersama Anthony dalam kasus dugaan pemerasan yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Medan Baru,” jelas Iptu Oscar.

Dalam kasus yang melibatkan tiga anggota TNI tersebut, kata Oscar, pihaknya akan berkoordinasi dengan Denpom I/5 Medan.

Sedangkan untuk Anthony akan diproses oleh penyidik Polsek Medan Baru. “Karena yang terlibat adalah anggota TNI, maka kita akan berkoordinasi dengan Denpom I/5 Medan. Kalau Anthony sudah kita amankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan,” ungkap Iptu Oscar.

Oscar menjelaskan , saat ini status ketiga pelaku yang dituding melakukan pemerasan itu masih terlapor.Sementara Antony malam ini ditetapkan menjadi tersangka.

“Anthony malam ini statusnya menjadi tersangka,”jelas Oscar.

Sebagai barang bukti, sebuah mobil Suzuki Carry BK 8141 CW yang mengangkut 42 jerigen minyak goreng seberat 300 Kg dan minyak tanah dengan berat 50 liter masih diamankan di halaman Polsek Medan Baru.

“Dalam laporan itu, korban menerangkan mereka diduga diperas oleh tiga oknum TNI dan Anthony yang mengaku dari Polda Sumut, mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mereka angkut di dalam mobil mereka,” ujar Oscar.

Mengenai pemeriksaan terduga pelaku pemerasan Serma IH bersama 2 oknum TNI yang berhasil melarikan diri, di Denpom I/5 Medan, kata Oscar masih belum diketahuinya.

“Sampai saat ini, saya belum tahu apa hasil pemeriksaan dari Denpom I/5 Medan. Guna mengetahui hasil pemeriksaan, kita akan koordinasi,” terangnya lagi.

Sementara itu, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I/BB Letkol Inf Enoh Solehudin yang dikonfirmasi melalui selulernya menerangkan, dirinya juga sudah mendengar kasus yang menimpa anggota Pomdam I/BB tersebut.

“Saya sudah dengar masalah pemberitaan tersebut. Setelah saya berkoordinasi hasil pemeriksaan di Denpom I/5 Medan, diketahui bahwa anggota yang diteriaki perampok itu sedang bertugas untuk mengungkap kasus peredaran minyak illegal,” kata Letkol Enoh.

Masih kata dia, pihaknya juga akan mencaritahu kebenaran laporan korban yang meneriaki anggota TNI AD sebagai perampok dan mengaku diperas. “Kita akan selidiki. Apakah benar atau tidak,” katanya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Serma Irwansyah Harahap dan Anthony Tarigan dihajar puluhan warga yang mendengar bahwa mereka telah memeras Leka yang dituduh telah melakukan tindak pidana penjualan minyak secara illegal.

Warga yang sudah geram pun melempari mereka menggunakan batu. Untuk membubarkan massa yang sudah marah, Serma IH juga menodongkan senjata jenis FN miliknya ke arah warga. Karena warga tidak takut, maka Serma IH meletuskaan senjatanya ke udara sebanyak 4 kali.

Dalam perbincangan 3 anggota TNI AD dan debt kollektor Anthony Tarigan di warung makan Belut Bekala saat makan siang, para tersangka meminta uang Rp 30 juta, agar mereka tidak menangkap minyak goreng dan minyak tanah, yang dibawa korban, karena diduga ilegal. Pada saat makan siang itu, tersangka meminta uang tebusan Rp 30 juta, agar tidak membawa Leka dan kerneknya ke Polda karena minyak itu.

Akan tetapi, karena Leka yang tak memiliki uang sebanyak itu, Serma IH dan Anto pun menawarkan agar Leka memberi uang Rp 15 juta kepada mereka.

Ironisnya,Leka yang sedikit lebih pintar dari para anggota PM dan debt colektor itu mencoba meminta agar pelaku menurunkan tawaran mereka. Keempat pelaku meminta Rp 8 juta. Dari Rp 30 juta, Rp 15 juta dan terakhir Rp 8 juta. Disitulah Leka curiga, kalau ke 4 pelaku itu bukan polisi, tapi anggota PM yang ingin memerasnya.

Setelah berpura-pura membayar makanan, Leka pun melarikan diri dan berteriak ada perampok. 2 anggota TNI AD yang saat itu menggunakan seragam TNI langsung melarikan diri meninggalkan Serma IH dan Anthony.

Beruntung, saat itu ketepatan melintas anggota Brimob yang langsung meredam aksi main hakim massa dan menyelamatkan keduanya.Selanjutnya anggota Brimob tersebut menghubungi petugas Polsek Medan Baru.

Beberapa saat kemudian tibalah petugas Polsek Medan Baru.Sehubungan yang diamuk massa salah seorangnya anggota TNI,maka petugas polisi menghubungi Denpom 1/5 Medan.

Sedangkan,debt colektor tersebut diboyong ke Mapolsek Medan Baru berikut barang bukti mobil pembawa minyak, sekaligus membawa korban untuk membuat laporan.[JR/Admin)

Foto|Dok.\

News Feed