oleh

Dituding Meras,Diteriaki Rampok ,Oknum PM Obral Pelor ke Udara

*Nyawa Oknum PM & Colektor Diselamatkan Anggota Brimob*

OKEBUNG|
Aksi bak film koboy terjadi di Medan.Kali ini,seorang anggota Polisi Militer Komando Daerah Militer 1 Bukti Barisan (Pomdam 1/BB) Serma IH terpaksa meletuskan senjata apinya keudara guna menyelamatkan diri dari amuk massa.

Pasalnya,oknum TNI tersebut bersama 4 rekannya sesama anggota TNI,dan salah satunya warga sipil yang diketahui bekerja sebagai debt colektor dituding melakukan dugaan ‘pemerasan’ terhadap pemilik minyak makan puluhan juta.

Informasi dirangkum okebung.com dilokasi kejadian,Sabtu (14/03/2015) sekira pukul 13.00 WIB tersebut bermula ketika pengendara mobil Pick- Up Suzuki warna putih,BK 8141 CW ,Lekak (35) dan Arsyad Winandar (35) warga Jalan Srigunting Perumahan Poldasu Blok OO, Kec Sunggal,Kab Deliserdang ,Prov Sumatera Utara yang diduga membawa minyak goreng distop 5 pria,4 diantaranya anggota TNI di Jalan Sei Bekala Medan Baru.

Merasa tak bersalah dituding membawa minyak ilegal,lantas 5 pria diantaranya berpakaian dinas membawa senjata api membawa keduanya ke warung. Diduga saat terjadi negosiasi hendak memeras puluhan juta,lantas kedua pemilik minyak makan tersebut langsung berteriak rampok,rampok sehingga mengundang perhatian warga setempat.

Mendengar teriakan korban kemudian puluhan warga sekitar datang ke lokasi dan langsung mengepung oknum-oknum TNI dan seorang pria ngaku debt colektor tersebut.

Merasa terancam telah dikepung warga,lantas 3 oknum TNI yang belum diketahui namanya langsung kabur dari kepungan warga.

Sementara anggota Pomdam 1 /BB,Serma IH dan seorang rekannya debt colektor tertinggal sehingga oknum Pomdam 1 /BB tersebut dan debt colektor langsung dihajar massa hingga nyaris tewas.

Merasa terancam nyawa keduanya lantas Serma IH,terpaksa mengeluarkan senjata apinya dan mengacungkan ke arah warga sembari meletuskan beberapa kali senjata apinya ke udara,dorrrrrr.

Namun,letusan senjata api milik anggota Pomdam 1 /BB itu tidak membuat kerumunan massa takut dan gentar,malah massa semakin bringas dan nekad untuk menghabisi keduanya.

“Awalnya saya dengar dari kedua pemilik mobil itu,bahwa mereka dituduh bawa minyak ilegal dan langsung dibawa ke warung.Lantas karena tak terima diperas sebesar Rp 15 juta,salah seorang dari pemilik minyak diketahui seorang wanita berteriak rampok,rampok langsung massa mengepung mereka dan menghajarnya.

Tiga kabur dan dua tertinggal ,salah satunya bawa senpi langsung mengancam warga yang menghajarnya dan melutuskan ke udara,”ungkap warga berinisial Sbr diamini Adi kepada okebung.com.

Lanjutnya,beruntung sekali kedua pelaku tersebut selamat dari amukan massa karena ketepatan melintas seorang anggota Brimob Polda Sumut,Aipda Ngauji.

“Kalau gak ada anggota Brimob itu,mati kali keduanya bang, “jelasnya seraya menambahkan anggota Brimob tersebut sempat memegang selongsong peluru yang diletuskan tentara itu.

Petugas Polsek Medan Baru yang menerima informasi ada keributan langsung menuju kelokasi kejadian.

Sesampainya dilokasi,petugass Polsek Medan Baru langsung menghubungi Polisi Militer karena diketahui salah seorang anggota TNI.Sementara seorang warga sipil tersebut diamankan ke mako Polsek Medan Baru berikut mobil Pick-Up dan kedua korban sekaligus membuat laporan.

Sementara itu,anggota Brimob Polda Sumut Aipda Ngauji menjelaskan ,bahwa dirinya ketepatan melintas dilokasi kejadian,usai mengantar anaknya sekolah melihat ada keributan langsung merekamnya dan menyelamatkan keduanya dari amuk massa.

“Pas melintas melihat ada keributan langsung saya datangi dan mengamankan keduanya yang nyaris tewas dari amukan massa.Lalu saya menghubungi polisi bang.Kalau masalah adanya tembakan saya tidak mengetahuinya,sedangkan asal mula kejadian dan apa motifnya saya juga belum jelas,”sebutnya sembari memegang selongsong peluru.

Hal senada juga dikatakan warga bernama, Adi (38) warga kawasan Pringgan,Medan Baru waktu dirinya bersama temannya amakan belut di warung entah kenapa tiba-tiba seorang wanita menjerit rampok,rampok kepada kelima pelaku.

“Awalnya saya dan kawan sedang makan bersama di warung belut, entah kenapa korban menjerit dan mengatakan rampok kepada kelima pelaku yang saat itu pas diwarung juga bersama dengannya ,”ungkapnya.

Masih dijelaskan Adi,atas teriakan tersebut kelima pria tersebut berhamburan keluar warung.

” Karena tak terima diperas puluhan juta oleh kelima pria yang mengaku 4 oknum TNI dan 1 dept colektor itu makanya wanita itu berteriak rampok .Akibatnya,warga pun berdatangan dan langsung menghajar mereka bang,”jelas Adi.

Hingga berita ini dilansir belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polisi terkait permasalahan tersebut.(jelinda)

Foto |ist\anggota brimob poldasu memegang selongsong peluru yang ditemukan dilokasi kejadian.\mobil korban\okebung.com

News Feed