oleh

Dituding Curi TV,Parbetor Dikeroyok Polisi dan Disiksa 3 Jam di Polsek Percut

OKEBUNG|
Pabeng Pandiangan (26) warga Jalan Pringgan Pasar IV, Kampung Batak,Kec Medan Baru didampingi ibunya terpaksa mendatangi Mapolsek Percut Seituan,Kamis (20/11/2014)sekira pukul 11.00 WIB.

Pasalnya,pria yang sehari-harinya mengais rupiah sebagai penarik becak bermotor (parbetor)ini mengaku telah dianiaya tiga anggota polisi lantaran mengantarkan tv temuannya ke Mapolsek Percut Seituan.

Informasi diperoleh okebung.com menyebutkan,kejadian aksi penganiayaan korban bermula,saat korban hendak mengantarkan tv ke Mapolsek Percut Seituan milik penumpangnya yang sengaja ditinggal di pinggir jalan,Kamis sekira pukul 00.30 dinihari.

Ceritanya. Rabu (19/11/2014) sekira pukul 21.00 WIB. Pabeng yang masih melajang ini menjemput ibunya di pajak bengkok.

” Aku mau antar mamakku kerumah bang, sekalian aku mau makan dan mandi,setelah itu mau narek lagi,” ungkapnya di Mapolsek Percut.

Selesai mandi. Pabeng pun keluar lagi sembari menarik dengan becak mesinnya BK 9419 BZ. Disaat melintasi Jalan Letdja Sujono tepatnya didepan Polsek Percut Sei Tuan. Pabenk disetop dua pria yang membawa TV LCD merk Samsung.Selanjutnya dua pria tersebut minta diantarkan ke kepajak bengkok untuk dijual.
“Aku disuruh antarkan keduanya ke pajak bengkok dengan ongkos Rp 10 ribu,”akunya.

Sial bagi kedua pria yang menumpangi becaknya ini,karena TV yang mereka bawa sudah rusak dan tak laku dijual sehingga Pabeng pun disuruh mengantar mereka kembali ke Polsek Percut Seituan.

“Dikarenakan tak ada yang membeli TV itu,dua pria tersebut pun langsung menyuruhku mengantar TV itu kembali ke Polsek Percut,”sebutnya.

Setibanya di Polsek Percut kedua pria tak dikenal itu turun dan Pabeng disuruh menunggu didepan Polsek dan selanjutnya kedua pria itu mengambil sepeda motor didalam Polsek dan selanjutnya memerintahkan Pabeng untuk meletakan TV tersebut ke piket SPK.

“Aku disuruh antarkan ke piket SPK Polsek dan disuruh minta ongkos sama mereka,”ungkapnya.

Sejurus kemudian Pabeng pun mengangkat TV dan membawanya ke dalam piket Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).Namun,belum lagi bicara langsung Pabeng dihantam dua pria lain yang berada dikantor polisi.

” Pencuri kau kan, kok bisa rusak aja TV aku, curi dimana kau TV aku ini,” ungkapnya sembari meniru ucapan dua pelaku yang diketahui anggota Polri.

Selesai diamuk pria yang diduga polisi. Langsung Pabeng pulang dengan hati sedih bersama betornya.
“Pulang aku habis dipukul polisi itu, mau buat laporan pun aku pasti makin dimatikan lagi,” katanya.

Saat berada di Polsek Percut Seituan,Pabeng yang seharusnya membuat laporan akhirnya menunda hal tersebut.

” Ah gak betul kantor polisi ini bang, aku terima sajalah kalau aku dipukul dan gak dibayar orang itu minyak becakku,” tutupnya dengan hati kesal.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan. Kompol Ronald Sipayung SIK SH MH saat dikonfirmasi mengatakan.” Iya seharusnya dia (Pabeng) membuat laporan saja, kalo bisa pun langsung ke Propam saja buat laporannya bila betul yang telah memukulnya polisi, namun sekarang kita masih menyelidiki CCTV apa betul korban (Pabeng) dipukul polisi.

“Bagusnya korban suruh melapor saja ke Propam kalau memang anggota polisi yang memukulnya,” tandasnya.
Pengakuan korban bahwa dirinya diseret kedalam ruang jaga piket Reskrim 7.0 dan di balbal oleh oknum polisi dan Pabeng hanya mengenal seorang polisi berinitial JS berpangkat Bripka.

“Aku disiksa didalam ruangan Reskrim dan salah satunya anggota polisi bernama JS,itupun taunya setelah polisi. Itu memperkenalkan diri kepetugas piket.Dia itulah yang memukuli dadaku sampai sesak kali,”sebutnya..

Lanjutnya lagi,tiga jam lebih korban mengalami penyiksaan dan disuruh mengaku telah mencuri TV tersebut,amun karena tak bersalah korban pun tetap tak mengaku.

“.Dicucuki kunci sepeda motor dada ku, jempol kakiku ditimpa kursi paha serta kakiku dilaga pakai sepatu keras mereka ampun kali aku bang.”ungkap parbetor bertubuh kurus ini.

Karena tetap tak mengaku akhirnya petugas polisi tersebut meninggalkanya dan Aiptu Manurung penjaga SPK malam itu menyuruh Parbetor tersebut untuk pulang sembari memberikan uang 20 ribu.

“Untung ada polisi yang kasian sama aku,bapak Manurung itu dia nyuruh aku pulang dikasih nya uang 20 ribu aku .”ujar korban.

Ibu korban sangat menyesalkan kejadian tersebut dan mengatakan akan membuat laporan nanti ke Poldasu agar polisi yang menganiaya anaknya segera ditangkap.

“Saya akan mengaduu ke Kapoldasu langsung agar penganiaya anak saya ditangkap,”ucapnya.(ri)

News Feed