oleh

Dituding Curanmor, Pelajar SMK Tewas Dikeroyok

OKEBUNG|
Entah bagaimana perasaan orangtua melihat anaknya tewas dikeroyok tanpa sebab.Seperti yang terjadi terhadap pelajar Kelas XI SMK swasta di Depok ini,hanya karena dituduh mencuri sepeda motor,pelajar ini tewas akibat dikeroyok teman-teman pemilik kendaraan roda dua tersebut, Kamis (06/11/2014) malam.

Beruntung petugas polisi cepat bertindak sehingga enam pelaku berhasil diamankan dan empat di antaranya berstatus pelajar SMP.Ironisnya seorang pelakunya termasuk kakak sepupu korban

Informasi diperoleh menyebutkan, tewasnya korban, M.Farhan Naufal (17) bermula,karena dituding telah mencuri sepeda motor Honda C70 tahun pembuatan 1980 milik,Rama (25)yang memarkirkan kendaraannya di Taman Gurame. Ia kemudian nongkrong bersama teman-temannya. Tak disangka sepeda motor miliknya hilang diambil orang tak dikenal.

Atas kejadian itu,selanjutnya Rama mengajak rekannya untuk mencari motor tersebut. Setelah dicari cukup lama motor itu ditemukan pada Kamis malam sekira pukul 23.00 WIB parkir di pinggir jalan. Ternyata Farhan berada di atas motor milik Rama tersebut.

Mendapati motor miliknya diduduki Farhan, Dede menjadi kesal. Mereka langsung menghajar Farhan sambil diteriaki maling. Belum puas melakukan aksi main hakim sendiri, pelaku membawa korban ke Taman Gurame, tempat pertama motor diparkir. Di tempat ini Farhan juga dikeroyok hingga sekarat.

Usai puas menghajar Farhan, pelaku meninggalkan pelajar tersebut. Farhan kemudian ditolong warga dengan membawanya ke RS Bakti Yudha. Namun karena lukanya sangat parah, ia dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta Selatan.

Baru beberapa jam dirawat di RS Fatmawati, korban meninggal dunia. Kasus ini kemudian dilaporkan keluarga korban ke Polsek Pancoran Mas. Petugas yang menangani kasus tersebut menangkap enam pelaku pengeroyokan yakni Rama,( 25 ),Dede, (19)dan empat lainnya yang masih pelajar SMP berusia 14 tahun.

Terpisah,Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Purwadi menyatakan, korban dan pelaku, Dede, merupakan saudara sepupu. “Para pelaku kami kenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tegasnya (pkt/net)

Foto:ilustrasi\

News Feed