oleh

Ditreskrimsus Polda Sumut Ungkap Pengoplosan Gas Elpiji

OKEBUNG|
Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditres Krimsus Polda Sumut),
Senin (09/03/2015)sekira pukul 14.00 WIB menggerebek lokasi pengoplosan gas elpiji bersubsidi di Perumahan Griya Marlena Tahap III Jalan Speksi Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan.

Penggerebekan dipimpin Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut (Ditreskrimsus) ,Kombes Pol Drs Ahmad Haydar dan Kasubdit 1 AKBP Frido Situmorang itu berhasil mengungkap penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi dengan

“Modusnya memindahkan isi tabung gas subsidi isi 3 kg ke tabung 12 kg dan ke tabung 50 kg dengan cara menyambungkan pipa kran dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg dan 50 kg dengan meletakkan es batu diatas tabung 14 kg dan diatas tabung 50 kg,”beber Kabid Humas Polda Sumut,Kombes Pol Helfi Assegaf kepada okebung.com.

Lanjut dijelaskan Helfi bahwa barang bukti yan disita dari penggerebekan itu berupa tabung isi 50 kg sebanyak 11 tabung berisi dan 1 tabung kosong ,tabung isi 12 kg sebanyak 80 tabung isi kosong,tabung isi 3 kg sebanyak 321 tabung isi kosong dan 13 tabung berisi,2 unit mobil pengangkut No.Pol BK 8154 CV dan BK 8408 CY dan peralatan lain berupa pipa, martil, obeng, tang, kawat segel, kunci pas, buku catatan pemasukan dan pengeluaran gas bulan maret 2015.

“Semua barang bukti sudah kita amankan di Mapolda Sumut,”jelas Helfi.

Selain mengamankan barang bukti tabung gas dan peralatannya ,petugas juga berhasil mengamankan enam orang karyawannya dan seorang pemilik rumah dimana tabung gas dioplos.

“Keenam orang dan pemilik rumah masih dilakukan pemeriksaan guna kepentingan penyidikan,”sebut Kombes Pol Helfi.

Adapun keenam karyawan yang diamankan yakni,Zakaria Tarigan (21),Binsar (26) ,Agus Tarigan(19),Edi(22),Mondan(17) dan Kevin(18).Sedangkan pemilik rumahnya Yudha Beacher turut diamankan.

“Kegiatan tersebut sudah berjalan dua bulan,dan gas elpiji tersebut dikirim oleh sopir transportir dari Perusahaan “Sinergi”, satu minggu 2 kali dropping dan setiap droping sebanyak 560 tabung gas subsidi 3 kg,”beber Helfi seraya menambahkan para tersangka melanggar pasal 6(1) huruf B UU No 8 th 1962 tentang perdagangan barang dalam pengawasan Jo memproduksi dan atau memperdagangkan barang berupa LPG dalam tabung gas ukuran 12kg dan 50 kg yg merupakan hasil pemindai dari 3 kg.[admin]

Foto|ist\

News Feed