oleh

Ditipu Supir Angkot, Mahasiswa Stikes Terdampar di Polsek Sunggal

MEDAN SUNGGAL -OKB|
Taufiq Hidayat (23) warga asal Lhokseumawe Aceh Utara yang selama ini belajar di STIKES di Tanjung Priok Jakarta Utara terpaksa gagal pulang ke kampung halamannya. Pasalnya, dirinya mengaku telah ditipu supir angkutan kota (angkot) line 99 jurusan Sunggal-Klambir V saat hendak menuju ke pool bus yang berada di kawasan Pinang Baris.Akibat kejadian ini, korban pun terdampar di Polsek Sunggal, Minggu (03/08/2014) siang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban mengaku tiba di Medan pada, Jumat (01/08/2014) dengan menaiki pesawat. Dan setibanya di Bandara Kualanamu, kemudian berangkat ke Medan dengan menumpangi kereta api.

“Saya berangkat dari Jakarta hari Jumat naik pesawat malam. Jadi sampai di Medan Sabtu pagi. Terus naik kereta api dan dari stasiun saya naik taksi ke stasiun Bus Pelangi di Sunggal. Rencana mau beli tiket untuk pulang ke Aceh,” jelas pemuda semester akhir Akademi Kesehatan ini.

Namun saat hendak membeli tiket, ternyata tiket jurusan Medan-Aceh telah habis. Korban pun kemudian berencana pergi ke stasiun bus lain yang ada di Pinang Baris menumpangi angkot. Sial baginya, bukannya dibawa ke Pinang Baris, korban malah dibawa ke kawasan Klambir V.

“Karena telah habis tiket, saya naik angkot 99 rencana mau ke Pinang Baris. Sewaktu di angkot, saya bilang ke supirnya, nanti kalau sudah sampai Pinang Baris. Tiba-tiba saya sudah di perkampungan Kelambir. Waktu saya tanya sopirnya, dia langsung minta uang,” terang korban.

Karena bingung, korban kemudian menyerahkan uang Rp100 ribu kepada sopir angkot tersebut.
“Uang saya bersisa Rp 150 ribu, lalu saya kasih Rp 100 ribu ke sopir angkotnya. Setelah saya kasih, saya kira akan dikembalikan, ternyata sopirnya langsung kabur,” terang korban yang sudah empat tahun menetap di Jakarta Utara ini.

Karena sisa uangnya hanya tinggal Rp50 ribu, korban yang dicampakkan di perkebunan Kelambir V itu kemudian meminta pertolongan warga. Sayangnya, tak satupun warga yang mau membantunya. “Saya dari Kelambir jalan kaki. Terus saya sempat singgah-singgah beristirahat,” terang korban.

Karena kemalaman, korban sempat menginap di emperan jalan dan tiba di Polsek Sunggal tadi malam.

“Saya bingung sekali. HP saya tidak ada mau hubungi keluarga. Tadi pinjam HP orang, nomor keluarga di kampung tidak aktif. Rencana saya mau pulang menumpangi truk saja hari Senin,” katanya.

Terpisah,Kapolsek Sunggal, Kompol Eko Hartanto ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengarahkan anggotanya untuk mengantarkan korban ke pool bus.
“Tadi sudah kita antarkan ke pool bus. Kami juga sudah memberikan ongkosnya untuk pulang,” katanya. (Ema)
Foto:ilustrasi/

News Feed