oleh

Ditipu Bank Syariah Mandiri,Nasabah Calon Haji Melapor ke Polisi

MEDAN-OKB|
Merasa ditipu oleh pihak Bank Syariah Mandiri (BSM) yang berada di Jalan Brigjen Katamso Medan. Baharudin Pulungan (60) dan Ratna Dewi (59) warga Jalan M Nawi Harahap 2A Kel. Sitirejo III, Kec. Medan Amplas melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polresta Medan. Pasalnya, niatnya untuk naik haji harus kandas karena nomor lloter dan nomor bangku tidak ada terdaftar.

Kepada wartaqan,Muhammad Indra Rukmana (25) selaku anak kedua korban menceritakan bahwa awal kejadiannya bermula ketika kedua orangtuanya ditawarin berangkat naik haji oleh seseorang marketing. Pada waktu itu, marketing tersebut menawarkan kepada Ratna Dewi agar mau ikut naik haji melalui salah satu perusahaan yang sering memberangkatkan haji.

Tergiur, korban pun merespon tawaran dari marketing tersebut dan mengikutsertakan suaminya, Baharudin Pulungan. Setelah sepakat, keduanya pun digiring oleh marketing tersebut ke perusahaan yang sering memberangkat haji. Setelah sampai disana, tenryata, pihak perusahaan itu, menyarankan agar membuka tabungan haji di Bank Syariah Mandiri.

Tak curiga, kedua korban pun membuka tabungan di BSM di Jalan Brigjen Katamso Medan. Untuk tabungan pertama, kedua korban menabung sebanyak Rp 10 juta per orang. Kemudian, hingga tahun 2014, keduanya tetap melakukan penyimpanan dengan nominal yang tak sama.

Hingga diperkirakan jumlah tabungan mereka sekitar Rp 56 juta rupiah. Begitula, kasus penipuan ini terkuak, setelah pihak keluarga mengecek ke Departemen Agama dan BSM untuk mengetahui kloter dan jadwal keberangkatan kedua korban. Namun. Setelah di cek, alangkah terkejutnya, pasalnya, nama kedua korban tidak ada terdaftar di Depag dan di jadwal keberangkatan haji yang rencananya akan berangkat akhir lebaran mendatang.

” Kami mau melunasi uang tabungan Haji dan mengetahui Kloternya. Namun, setelah kami cek, tidak ada nama kedua orangtuaku. Selanjutnya, kami mengecek ke BSM, tetap juga tidak ada. Kami pun melakukan komplain, tapi sampai sekarang tidak jawaban dan akhirnya kami mengadukan kasus ini ke Polisi,”bebernya didampingi Pengacaranya, Ibenk SH.

Lanjutnya, setelah melakukan komplain dengan BSM, pihak BSM mengatakan bahwa mereka telah melakukan pemutusan tabungan sejak tahun 2011 lalu dengan bukti nomor Kd.02.15/3/Hj.00/86/201 dan sudah ada diketahui oleh kedua korban, selain itu, ada pula tanda tangan kedua orangtuaku diatas kertas, sementara mereka sama sekali tidak pernah menerima surat pemutusan dan menandatangani kertas apapun terkait pembatalan keberangkatan.

” Kalau sudah ada pembatalan, mengapa uang orangtuaku tetap masuk ke BSM, seharusnyakan diblok. Beberapa hari lalu, pihak BSM sudah bertemu dengan kami namun, tidak ada jalan keluarnya, makanya kami melapor dengan bukti LP/1637/VI/SPKT/2014/Resta Medan. Dan, kami meminta agar pihak kepolisian segera mengusut kasus ini,”ucapnya.

Dikatakannya, hingga sekarang pihaknya belum ada menerima itikad baik dari pihak BSM , selain itu, uang awal yang disetorkan oleh orang tuaku juga tidak dapat dipertanggungjawabkan mereka.

” Kami hanya mau mengetahui mengapa terjadi pembatalan sepihak dan mengapa ada tanda tangan kedua orangtuaku di kertas itu. Itukan perlu dicurigai?”tandasnya (gs/admin)

Foto :Ilustrasi/Net/

News Feed