oleh

Ditikam,Ruben Kritis di RSU Pirngadi Medan

OKEBUNG |
Diduga hanya masalah sepele, Ruben Simanjuntak (29) warga Pelikan IV, Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan, Jumat (26/09/2014/ dini hari kritis bersimbah darah aakibat ditikam di pinggang sebelah kirinya, yang Dilakukan temannya sendiri berinisial USM, di Jalan Kiwi Raya Perumnas Mandala.

Akibat peristiwa itu, korban pun harus di operasi di RSU dr Pirngadi Medan, di bagian pinggangnya.

Keterangan yang dihimpun okebung.com,sekita pukul 01.00 WIB, Ruben bertemu dengan USM dan abangnya yang identitasnya belum diketahui, di Jalan Kiwi Raya. Belum diketahui apa penyebabnya, antara korban dan kedua pelaku terlibat percekcokan mulut, sehingga berujung penganiayaan terhadap Ruben.

Tiba-tiba, USM langsung mengambil pisau dari balik pinggangnya dan langsungmenikam pinggang korban, hingga ia bersimbah darah dan terkapar ke jalan.

Usai menganiaya korban, kedua pelaku meninggalkan lokasi. Warga sekitar yang melihat kejadian itu serta mengenal korban, langsung membawanya ke rumah. Setibanya di rumah, orangtua korban R boru Silaen (54) langsung membawa Ruben ke Klinik Martua Sudarlis, untuk mendapat perawatan medis.

Selanjutnya pihak klinik menjahit luka tikaman itu hingga 5 jahitan. Kemudian korban dibawa pulang ke rumah untuk beristirahat.

“Setibanya di rumah, anak saya merasa kesakitan yang cukup luar biasa di bagian luka yang dijahit itu, hingga menjerit histeris. Saya merasa curiga dengan penanganan dari pihak klinik. Karena saya khawatir, Ruben kami bawa ke RSU dr Pirngadi Medan.

Setibanya di rumah sakit, dokter menyarankan supaya anak saya harus di operasi, lantaran luka yang dijahit itu semakin parah. Dari pada anak saya kenapa-napa, terpaksa saya setuju dengan saran dokter supaya Ruben di operasi,” ungkap ibu korban saat membuat laporan di Polsek Percut Sei Tuan.

Masih menurutnya, tak lama setelah anaknya di tikam, pelaku datang ke rumahnya. “Pelaku pagi itu datang ke rumah untuk meminta maaf. Saat itu saya masih melihat USM masih memegang pisau yang menikam anak saya.

Permintaan maaf itu tidak saya terima, lantaran anak saya kritis akibat penikaman itu. Tidak hanya di tikam, pelaku menganiaya anak saya sehingga kedua pelipis matanya membiru serta lebam. Saat saya mendatangi kantor polisi, anak saya masih di ruang operasi,” jelasnya mengakhiri.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung SH SIK
MH ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mengecek ke rumah sakit. “Ibu korban telah membuat laporan. Petugas kita telah mengecek korban ke rumah sakit. Kasusnya masih kita proses,” ujarnya kepada okebung.com. (ADE)

Foto:Ilustrasi/

News Feed