oleh

Diskotik Super dan LG Disinyalir Lokasi Peredaran Narkoba & Langgar Jam Operasional

OKEBUNG|
Entah berapa kali sudah petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara dan polisi menggelar razia didalam Diskotik Super dan Diskotik Lee Garden (LG) di Jalan Nibung II,Kec Medan Petisah. Mungkin tak bosan -bosannya menggelar razia dan mengamankan puluhan pengunjungnya karena diduga fositip mengkomsumsi narkoba.

Namun,hingga saat ini peredaran narkoba jenis pil ekstasi (inex,red) tetap beredar didua diskotik yang melebihi jam operasional tersebut.

Sebelumnya,Diskotik Lee Garden (LG) juga pernah dirazia BNNP Sumut dan berhasil menjaring puluhan pengunjung fositip mengkonsumsi narkoba.Selain itu,diskotik LG juga pernah ditutup oleh pihak Dinas Pariwisata kota Medan karena diduga melanggar jam operasional dan diduga menyalahi aturan.

Tak hanya itu,petugas Polsek Medan Baru juga sempat merazia Diskotik LG karena melanggar jam operasionalnya .Namun hingga saat ini ternyata Diskotik LG masih melanggar jam operasionalnya.Yang seharusnya tutup pukul 03.00 dinihari, kenyataannnyaa ditutup pagi hari.Seakan-akan kebal hukum dan mengejek petugas polisi dan berkompeten.

“Sudah berulang kali melakukan kesalahan,namun masih juga dilanggar dan beroperasi hingga pagi hari.Diminta kepada Kapolda Sumut dan BNNP Sumut serta Walikota Medan mencabut ijin operasional Diskotik LG.

Sementara itu,dilokasi yang sama Di Diskotik Super sebelumnya beberapa bulan yang lalu,tepatnya tahun 2014 juga pernah terjadi over dosis salah seorang pengunjung Diskotik Super hingga menyebabkan tewas.

Kini,,Linda (16) warga Pasar VII,Tembung,Kec Percut Seituan,Kab Deliserdang ,Sumatera Utara bersama rekannya,Caca boru Harahap (16)warga yang sama didampingi maminya,Tina (43),Rabu (22/04/2015) sekira pukul 00.00 WIB sengaja masuk ke Diskotik Super untuk enjoy.

“Kami masuk pukul 00.00 WIB bang sama Linda dan maminya,”ungkap Caca.

Didalam diskotik,lanjut Caca,Linda sudah makan ekstasi sebutir dan ketika ketemu dua pria. Tampan didalam diskotik,keduanya ditawari obat pil ekstasi lagi.

“Aku gak mau makan bang,tapi Linda sudah tinggi kali dia,sampai jingkrak-jingkrak seperti orang kesurupan dia bang.Disitu dia dikasi obat lagi sama pria itu,”jelas Caca.

Dan,tepatnya pukul 02.00 dinihari ,Kamis 23 April 2015,ketiga wanita tersebut dipaksa untuk keluar diskotik oleh beberapa orang.

“Pas tinggi-tingginya (on,red)Linda dipaksa kami untuk keluar dan kami bawalah Linda,tapi pas diluar diskotik kami bingung karena Linda semakin tinggi dan kejang-kejang terus,”sebutnya.

Pantauan,kedua wanita tersebut sedang memapah Linda yang dalam keadaan tinggi halusinasinya.Tak hanya itu,keduanya pun sempat kebingungan karena melihat Linda sudah kejang-kejang.

Melihat korban tergeletak dijalan,seorang petugas Polsek Medan Baru bersama beberapa wartawan yang ketepatan melihat langsung membopong korban dan menyuruh abang becak untuk membawa korban secepatnya ke rumah sakit guna mendapat pertolongan medis.

Sementara itu,ketika salah seorang Manager Diskotik Super Ganda saat ditemui wartawan dan petugas Reskrim Polsek Medan Baru mengatakan bahwa korban memang didalam Diskotik Super tadi,tapi beli obat darimana dia tidak mengetahui.
“Mereka itu tadi dapat tamu didalam,”jelasnya sembari menyuruh agar korban secepatnya dibawa kerumah sakit.

Berselang korban dibawa ke RS Sarah,dua orang pria tamu korban diduga yang memberikan korban obat pil ekstasi diboyong ke Mapolsek Medan Baru guna dimintai keterangan lebih lanjut terkait over dosisnya korban.

Hingga pukul 04.00 WIB,korban masih belum sadarkan diri di RS Sarah, sementara maminya dan Caaca diboyong ke Mapolsek Medan Baru guna dimintai keterangan.

“Sabar ya bang,dua pria itu masih belum ngaku memberikan obat kepada korban.Kita lihat saja nanti kalau korban sadar baru diketahui siapa yang memberinya obat melebihi dosis itu,”ujar salah seorang petugas Reskrim yang enggan dituliskan namanya.

Terkait dengan dua diskotik tersebut,diminta kepada Kapolda Sumut,Walikota Medan,Kepala BNNP Sumut untuk melakukan razia besar-besaran didua diskotik tersebut.Pasalnya,sudah jelas melanggar jam operasional dan disinyalir menjadi lokasi peredaran narkoba.

“Buktinya sudah banyak yang over dosis pengunjung diskotik tersebut.Selain itu,saat digelar razia selalu banyak yang terjaring.Maka itu diminta kepada pihak berkompeten untuk merazianya,”pinta pengurus DPD Lembaga Wartawan Indonesia (LWI),Sumut,Uzma kepada okebung.com.(admin)

Foto|korban saat kejang

News Feed