oleh

Disiksa Oknum PNS Dispora Sumut Cs,Pekerja Doorsmeer Nyaris Tewas

OKEBUNG|
Sudah hampir enam bulan sudah kasus penganiayaan yang dilaporkan korban Albert Silitonga (28) warga Jalan Tritura Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas yang dianiaya oknum PNS Dispora Sumut, Irwan Tuah Putra dan teman- temannya, ke Polsek Patumbak dengan Nomor STPL /936/XII /2014 /SU Polresta Medan/Sek Patumbak.

Namun,laporan korban terkesan jalan ditempat alias tidak ada perkembangan.

Data diperoleh menyebutkan bahwa kasus penganiayaan nyaris menghilangkan nyawa pekerja doorsmeer ini terjadi di Jalan Bajak II Depan Wisma Mariendal Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Ampals,pada14 Desember 2014,lalu.

Akibat kejadian itu,korban mengalami luka sabetan didahi dan disekujur wajahnya lebam serta mengeluarkan darah segar dari. Mulutnya. Namun,mirisnya sampai saat ini Polsek Patumbak belum memeriksa terlapor.

Jasemar Silitonga selaku abang kandung korban yang ditemui wartawan menyesalkan kinerja Polsek Patumbak, dikarenakan pelaku merupakan oknum PNS, hingga sampai saat ini Polsek yang dipimpin AKP Wilson Bugner Pasaribu enggan menindaklanjuti laporan adiknya tersebut.

“Mungkin dikarenakan terlapor oknum PNS, makanya polisi enggan menindaklanjuti laporan kami, sudah 6 bulan kasus ini dilaporkan, namun surat SP2HP yakni surat perkembangan penyidikan dari Polsek tidak kunjung kami terima,” kesalnya.

Silitonga juga menambahkan bahwa kasus adiknya ini juga sudah dilaporkannya ke Wassidik Ditreskrimum Poldasu sekira 23 Desember 2014 yang lalu, namun Poldasu juga belum menindak lanjutinya.

Oleh karena itu keluarga korban berharap agar pihak kepolisian jangan tebang pilih mengungkap kasus hukum dan segera menangkap dan menahan oknum PNS tersebut.

“Kami juga sudah meminta perlindungan hukum ke Wassidik Poldasu, tapi sampai sekarang laporan kami tidak juga ditanggapi, seharusnya polisi jangan tebang pilih dalam memproses kasus, apalagi yang teraniaya masyarakat kecil,” ujarnya.

Menurutnya kasus ini bermula, ketika Albert Silitonga sedang duduk di Doorsmeernya sekira pukul 03.00 Wib dini hari, tiba-tiba seorang pemuda menghampirinya dan memintanya untuk mengejar sebuah mobil Timor dikarenakan nyaris membuatnya jatuh dari sepeda motor.

“Karena kenal dengan pemuda tersebut, lantas adikku ini menolongnya dan mengejar mobil itu, menurut kawannya itu dirinya dipepet mobil itu dan nyaris jatuh, dia tidak senang makanya meminta bantuan adikku untuk mengejarnya pakai sepeda motor adiknya,”terangnya.

Namun saat mobil Timor berwarna kuning ini dihampiri, ternyata teman korban sudah menyiapkan sebuah batu dan melempar kaca mobil tersebut hingga pecah. Akibat kejadian tersebut pemilik mobil oknum PNS Dispora Sumut itu bersama teman-temannya berang, dan memukuli keduanya hingga nyaris tewas.

“Adikku ini kan tidak tahu apa-apa, kenapa dia disiksa hampir nyaris tewas,” ujarnya.

Awalnya keluarga korban hendak berdamai dengan pemilik mobil, namun melihat korban nyaris tewas dipukuli, membuat keluarga korban marah dan memilih menempuh jalur hukum.

“Sudah negoisasi kami, sama pemilik mobil, sudah mau kubayar ganti rugi kaca mobilnya, tapi rupanya sudah dipukuli mereka adikku, makanya akupun tidak senang, dan mereka kulaporkan,”imbuhnya.

Terpisah,Kapolsek Patumbak AKP Wilson Bugner Pasaribu melalui Kanit Reskrim AKP I Kadek Hery Cahyadi dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/05/2015) mengatakan sudah menindaklanjuti kasus tersebut dan meminta keluarga korban untuk kembali menjumpai untuk mendudukkan kasus tersebut.

“Sudah kita tindak lanjuti, suruh aja keluarganya menjumpai saya,” ujarnya melalui telephon seluler. [Elin]

Foto|ist\korban\

News Feed