oleh

Dipukuli Keponakan,Pemilik Osaka Ponsel Terkapar,Dibawa Kerumah Sakit Langsung Tewas

MEDAN BARU|OKB :
Sejumlah warga Jalan Pendidikan (Gang B),Kel Polonia,Kec Medan Polonia mendadak heboh dan digemparkan dengan tewasnya Rawi Chandren (46) setelah berkelahi dengan keponakannya,Kamis(10/07/2014)sekira pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun okebung.com dilokasi kejadian menyebutkan, peristiwa perkelahian tersebut berawal saat Sj (30)warga Jalan Pendidikan (Gang B)memukuli anak pamannya bernama Kr (15)pelajar SMP hingga menangis meraung-raung.

Merasa kalah dipukuli Sj lantas Kr pun pulang kerumah dan mengadu ke pamannya bernama Rawi yang juga Owner Osaka Ponsel di Lantai IV Plaza Medan Fair.

“Kau gak imbangku,kau adukan sama siapa pun aku gak takut,cepat kau pulang sana kau kasi tau sama Rawi aku gak takut,”ungkap Kr menirukan ucapan Sj kepada okebung.com,Kamis (10/07/2014)malam.

Merasa ditantang,lantas Kr pun mengadu kepada pamannya bernama Rawi dan mengadukan kejadian yang dialaminya itu.Mendengar apa kata Kr lantas Rawi pun keluar rumah dan langsung bertengkar hingga akhirnya Sj yang memiliki badan tegap dan tinggi dua meter itu memukuli kepala Rawi dan badannya sampai-sampai Rawi tersungkur terjatuh pas didepan pagar rumahnya.

“Dia (Sj)memukuli kepala Rawi dan badannya terus sampai Rawi jatuh om.Sempat dia ambil batu besar dan mau mukul kepala Rawi tapi untung dihalangi Kiky Om makanya tangan Kiky yang luka kena batu itu,”jelas Kr lagi.

Sementara itu,Lk (49)warga setempat mengatakan,pas mau beli rokok melihat keduanya berkelahi,tapi Rawi sudah terjatuh ditanah.Dirinya hanya menarik Sj sembari memisah saja.

“Aku pas mau beli rokok kulihat Rawi sudah terkapar jatuh,karena kulihat Sj masih ribut terus lantas aku tarik saja dia dan memisahnya.Kalau perkelahiannya aku gak lihat bang,”ujar Lk.

Kr menambahkan bahwa setelah Rawi terjatuh dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Boloni Jalan Monginsidi Medan untuk mendapat pertolongan.Namun,nyawa Rawi tak tertolong lagi dan menghembuskan nafasnya terakhir di Rumah Sakit Boloni.

Sementara itu,Sj yang mendengar paman kandungnya meninggal dunia lantaran berkelahi dengannya langsung kabur membawa mobil Kijang Kapsul Silver BK 1205 XL.

Petugas Reskrim Polsek Medan Baru yang menerima informasi adanya perkelahian hingga menyebabkan korbannya tewas langsung turun kelokasi kejadian dan langsung mendatangi keluarga korban.

“Saya selaku abang kandung korban tidak mengetahui persis kejadian tersebut.Pas saya datang adik saya Rawi itu sudah dibawa kerumah sakit dan langsung saya susul.Begitu sampai rumah sakit ternyata nyawa Rawi tidak tertolong lagi dan meninggal dunia,”ujar Ab kepada wartawan dan petugas reskrim Mapolsek Medan Baru.

Menurutnya,Rawi memiliki sakit gula dan riwayat sakit jantung.Jadi pas emosi tinggi dirinya gak bisa kontrol sehingga terjatuh dan meninggal dunia.

“Rawi itu meninggal karena sakitnya kumat,kalau masalah dia berkelahi dan dipukul keponakannya is Sj itu saya tak tau pak,”ucap pria yang pernah bekerja sebagai staf Texmaco ini.

Atas kejadian tersebut,petugas Reskrim Mapolsek Medan Baru menganjurkan kepada keluarga korban agar setelah pemakaman mendiang Rawi datang ke Polsek Medan Baru untuk memberikan keterangan terkait masalah tersebut.

“Bapak setelah pemakaman mendiang ini kami minta datang ke Polsek Medan Baru ya,untuk memberikan keterangan resmi kepada kami,biar jelas permasalahan ini,”pinta salah seorang petugas Reskrim Mapolsek Medan Baru kepada keluarga korban bernama Das.

Informasi diperoleh dari sumber,korban Rawi seperti biasanya kalau siang sengaja pulang kerumahnya untuk pulang makan.Sementara istrinya berada di Toko Osaka Ponsel yang berada di Lantai IV Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto Medan.
Namun pas melepaskan lelah dirumahnya Rawi dikejutkan dengan kabar keponakannya dipukuli anak abangnya.Karena membela keponakan kesayangannya itulah korban akhirnya meninggal dunia.

*Sekedar Mengenal Sosok Owner Osaka Ponsel *

Rawi,pria bertanggung jawab penuh dikenal tegas dikalangan keluarga dan rekan-rekan bisnisnya itu pernah bekerja sebagai staf di perusahaan Amerika Caltex di Duri,Riau beberapa tahun.

Usai keluar dari perusahaan Amerika tersebut pria yang aktif dengan bahasa Inggrisnya ini memulai buka usaha bisnis jual beli mobil dan sepeda motor.

Selama beberapa tahun berbisnis akhirnya Rawi menikah dengan seorang wanita keturunan Tamil asal kota Binjai.Selama berumah tangga,mendiang Rawi yang dikenal selalu menolong rekannya lagi susah ini pun mengubah jalur bisnis mobilnya ke bisnis ponsel di Plaza Medan Fair.

Kendati pria ini sudah berumah tangga,namun,sifat sosialnya sering membantu teman-temannya tak pernah hilang.Dan pergaulannya setiap hari pun selalu hadir walaupun hanya sekejab saja duduk bareng bersama rekannya.

Kini,seluruh keluarga dan rekan sepermainan dan bisnisnya telah kehilangan pria dikenal tegas dan berwibawa ini.Kepergian pria yang paling bertanggung jawab dikeluarganya ini telah membuat luka mendalam terhadap keluarganya.Khususnya sang istri tercinta dan keponakannya Kr.(Tim)
Foto :Ilustrasi/Net/

News Feed