oleh

Dilaporkan Arsyad Lies,Mafia Tanah Kebal Hukum ‘Aguan’ Akhirnya Ditahan Poldasu

OKEBUNG|
Gunawan alias Aguan, tersangka penipuan/pemalsuan surat akhirnya terpaksa harus mendekam dibalik jeruji sel polisi.Pasalnya,mafia tanah ini ditahan penyidik Subdit II/Harda Tahbang Poldasu karena dilaporkan,Arsyad Lis dengan nomor LP/525/V/2013/SPKT III tanggal 26-5-2013 lalu.

Ditemui di Ditreskrimum Poldasu, korban mengatakan, Aguan ditahan karena memalsukan surat tanah PTPN II yang alihkan menjadi atas namanya. Tanah tersebut berada di Jalan Meteorologi, Pancing. Saat ini, tanah tersebut sudah dihuni oleh masyarakat.

“Waktu itu, Aguan datang kepadaku menawarkan tanahnya. Dia membawa sertifikat tanah dan menjelaskan semua alas tanah. Saya melihat ada namanya tertera di surat sertifikat itu,” beber korban.

Menurutnya, dalam aksinya tersangka menyakinkan korban bahwa tanah tersebut tidak bermasalah. Setelah negosiasi, korban menyerahkan uang sekitar miliaran rupiah kepada tersangka.

“Selanjutnya, dia memberikan sertifikatnya dan kami tidak pernah ketemu lagi. Beberapa bulan kemudian, aku pun ingin melaksanakan pembangunan di tanah itu. Selanjutnya, aku melakukan pengurusan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang. Tapi, ketika akan melaksanakan pembangunan, ternyata tanah tersebut adalah milik PTPN II,” kesal korban.

Karena itu, korban berupaya menanyakan keabsahan tanah tersebut kepada Aguan, namun yang bersangkutan menghilang. Korban lalu melaporkan tersangka ke Poldasu. Selama proses penyelidikan, Aguan tidak pernah ditahan, dan setiap berkasnya dilimpahkan ke Jaksa selalu P19.

Sementara, Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti) Poldasu, AKBP W Panjaitan saat dikonfirmasi Kamis (26/02/2015) malam, membenarkan Aguan sudah dijebloskan ke sel.

“Benar, dia (Aguan) di dalam sel bersama tahanan kasus lainnya. Besok dia dikirim ke Kejatisu. Sejak kemarin dia ditahan,” pungkas Weitimin.

Sebelumnya, di lain berkas, Poldasu menangguhkan penahanan Aguan, tersangka pemalsuan sertifikat Grant Sultan Deli No 699 atas tanah seluas 13.356 meter persegi yang berada di Padang Bulan Selayang I untuk dibuatkan sertifikat hak milik (SHM) No 1869 atas nama Tandianus, 30 September 2014 lalu.(fkm\admin)

Foto|ilustrasi

News Feed