oleh

Diiming Uang Rp 1,5 Juta,Buat Laporan Palsu,Bambang Gol di Polsek Delitua

OKEBUNG |
Gara-gara diimingi uang RP 1,5 juta oleh seorang pegawai showroom, Bambang Suheri (36) warga Jalan Besar Delitua Gang Satria Desa Mekar Sari, nekat mengelabui Polisi dengan membuat laporan palsu. Atas kenekatanya itu pula, Bambang harus menginap di sel tahanan Polsek Delitua.

Terungkapnya laporan palsu yang dilakukan Bambang berawal ketika ia mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Delitua, Jumat (16/10/2014) sekira pukul 14.00 WIB untuk membuat Laporan palsu perampokan yang dialaminya.

Kepada salah satu petugas jaga, Bambang pun mengaku menjadi korban perampokan oleh 6 pria berkelewang dengan menggunakan 3 kereta (sepeda motor) pada Senin (13/10/2014)sekira pukul 02.00 dinihari di Jalan Tritura Kel Suka Maju Kec. Medan johor.

Akibat ulah ke 6 prampok jalanan tersebut, Bambang mengatakan, sepeda motor Jupiter Z hitam BK 6438 AAP miliknya, telah dirampas pelaku setelah sebilah pisau ditempelkan ke perutnya. Bukan itu saja, sebuah dompet beserta isinya yang ada di saku celananya, juga turut disikat.

Untuk meyakinkan petugas, Bambang juga membawa surat pengantar dari showroom dan STNK sepeda motor yang dimaksud, sebagai syarat membuat laporan.

Begitu mendapat penjelasan dari Bambang, petugas SPK akhirnya menerima laporan terkait pencurian dengan kekerasa yang dialaminya sesuai dengan LP:1021/K/X/2014/ SPKT Sekta Delitua.

Terungkapnya laporan palsu oleh Bambang berawal ketika ia dimintai keterangan di ruang Penyidik Unit Reskrim Polsek Delitua. Dimana pada saat itu, Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Martualesi Sitepu SH MH yang mengetahui ada warga yang melapor kasus perampokan bersenjata tajam, langsung merespon dengan ikut mendampingi seorang petugas juru periksa (Juper) untuk mempertanyakan kronologis perampokan tersebut. Sehingga dengan dilakukan konfrontir, Pelaku bisa secepatnya ditangkap.

Semula, Kanit reskrim Polsek Delitua Iptu Martualesi Sitepu bersama seorang juper, juga masih bisa dikelabui Bambang ketika ia menceritakan asal mula perampokan yang dialaminya.

Namun, begitu Iptu Martualesi Sitepu mempertanyakan pekerjaan Bambang sehari-hari, Bambang mulai gugup dengan mengatakan kalau ia bekerja di sebuah ekspedisi yang berada di Kawasan Tanjung Morawa. Bambang pun mengaku dirampok saat membawa barang ekspedisi atas perintah atasanya.

Mendengar penjelasan Bambang, Iptu Martualesi Sitepu yang pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa, langsung menghardiknya dengan berkata, “Dimana kantor eekspedisi itu. Saya lama jadi Kanit Reskrim di Tanjung Morawa. Lagian mana ada ekspedisi buka pada hari Minggu. Kau berbohong ya..” Sentak Martualesi Sitepu.

Mendapat pertanyaan dari Kanit Reskrim, Bambang mulai berbelit-belit memberi keterangan. Untuk meyakinkan keterangan Bambang benar atau palsu, Iptu Martualesi kemudian membawa Bambang ke Jalan Tritura dan Tanjung Morawa untuk dilakukan olah TKP. Disanalah baru diketahui ternyata Bambang membuat laporan palsu.

Saat diintrogasi lebih jauh, Bambang pun akhirnya mengakui kalau ia membuat laporan palsu perampokan bersenjata tajam atas suruhan salah satu pegawai sohwroom dengan imbalan 1,5 juta.

Begitu Bambang mengakui perbuatanya, Bambang pun gagal mendapatkan surat tanda bukti lapor (STPL) dari petugas kepolisian yang diharapkanya untuk proses pencairan asuransi.

Sebagai imbalannya, ia malah dijebloskan kedalam sel tahanan Polsek Delitua dengan tuduhan memberi keterangan palsu dengan ancaman diatas 5 tahun penjara.

“Mulai saat ini, kita akan lebih selektif menerima laporan dari masyarakat terkait masalah curanmor. Apa lagi, kenderaan yang dilaporkan hilang dalam status kredit. Mengingat, dalam waktu dekat ini saja, kita sudah menemukan dua kali laporan palsu terkait masalah pencurian sepeda motor, ” kata Iptu Martualesi Sitepu SH MH kepada okebung.com, Minggu (18/10/2014) di ruang kerjanya. (zek)

News Feed