oleh

Dihadapan Komponen Masyarakat,Kodim 0503/JB Jabarkan Tugas dan Peranan TNI AD

OKEBUNG|
Makodim 0503/Jakarta Barat (JB), mengajak semangat  komponen masyarakat Jakarta Barat, dalam menerima materi Komunikasi Sosial (Komsos) yang disampaikan oleh Kodim 0503/Jakarta Barat (JB), yang dibuka langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0503/JB Letkol Inf  M. Asmi, di Makodim 0503/JB, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Kegiatan Komsos ini diikuti oleh 130 peserta, yang terdiri dari Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas),  Organisasi Masyarakat (Ormas) FKPPI, Pemuda Panca Marga (PPM), LVRI,  dan Pemuda Pancasila (PP) di wilayah Jakarta Barat (Jakbar).

Dandim 0503/JB Letkol Inf M. Asmi mengatakan, daerah Jakarta Barat (Jakbar) yang lebih kental sebagai daerah kota yang multi etnis, tidak menjadi kendala bagi Kodim 0503/JB untuk mempersatukan warga Jakarta Barat. 

Ia juga mengingatkan kepada Komponen masyarakat mengenai bahaya laten komunis, dengan mewaspadai  gerakan tersebut di lingkungan masing-masing.

Wakil Komandan Koramil (Wadanramil) 01/Taman Sari Kapten Inf Sunarjo sebagai nara sumber Komsos Komponen Masyarakat Jakarta Barat menyampaikan tugas dan peranan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat  (TNI AD) tentang Pertahanan Negara, sesuai Undang-undang (UU) No. 34 tahun 2004 tentang Pertahanan Negara,  seperti tugas pokok  Tentara Nasional Indonesia (TNI) yaitu mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa, dan  melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Dalam OMSP  yang dilaksanakan TNI menurut Wadanramil 01/Taman Sari yaitu antara lain : mengatasi gerakan separatis bersenjata, mengatasi pemberontakan bersenjata, mengatasi aksi terorisme, mengamankan wilayah perbatasan, membantu tugas pemerintah di daerah dan membantu Polri dalam rangka tugas Kamtibmas yang diatur oleh UU yang ada.

“TNI sebagai alat pertahanan Negara, berfungsi sebagai penangkal terhadap setiap bentuk ancaman bersenjata dari luar dam dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa,” terang Kapten Inf Sunarjo.

Adapun yang dinamakan potensi kerawanan social lanjutnya, yaitu suatu keresahan social yang berkepanjangan, yang diakibatkan oleh proses konflik yang ditimbulkan dari perbedaann pendapat suatu masyarakat/kelompok/golongan tersebut.

Menurutnya,ketidakpuasan yang dalam eskalasi aman, sehingga hanya diperlukan tindakan pencegahan. Sedangkan ketidakpuasan pemecahan masalah dari yang tidak dapat dicegah, akan memicu keresahan, demonstrasi/anarkhis ataupun separatisme.

“Ada enam bentuk kerawan social, yaitu ideology, politik, ekonomi, social budaya, Hankam dan Hukum.  

Seperti konflik elit Parpol yang mementingkan kepentingan kelompok/parpol sendiri, demi perebutan kekuasaan merupakan salah satu bentuk kerawanan social bidang politik,” terangnya.

Untuk itu tambahnya, peran Komando Teritorial (Koter) di wilayah, seperti Kodam, Korem, Kodim dan Koramil sangat penting, yaitu menciptakan kerukunan dan kesatuan bagi warganya agar tetap harmonis menuju kea rah kesatuan yang integral /asimilatif  berdasarkan pancasila.

Selain itu juga peran Koter adalah membina warga dalam wilayahnya agar tumbuh dalam kesatuan mengikuti derap pembangunan dan bersih dari pengaruh-pengaruh negative.

“Yang tak kalah pentingnya membina kehidupan masyarakat di lingkungannya dan menumbuhkan kesegaran organisasi maupun kegiatan social yang bermamfaat bagi masyarakat,” jelas Wadanramil 01/Taman Sari.[rel]

News Feed