oleh

Diduga Terkait Pemberitaan,Pemred mediaonline di Uber-Uber Pria Berambut Cepak

OKEBUNG|
Diduga terkait gencarnya masalah pemberitaan,pemimpin redaksi mediaonline www.okebung.com,RS (42)diuber-uber tiga pria berambut cepak mengendarai mobil Avanza Hitam tanpa plat polisi bagian depan, Rabu (11/02/2015)sekira pukul 04.00 subuh.

“Saya pas pulang dari tugas perasaan sudah gak enak.Sebelum pulang saya melihat ada dua mobil jenis Avanza Dan Inova mundar-mandir dikawasan dimana saya mangkal bersama rekan kerja dan penumpangnya melihat saya terus,”ungkap RS.

Masih kata RS,kejadian itu ketika dirinya hendak pulang kerumah usai bertugas liputan bersama rekan kerjanya.Namun,ketika pisah dengan rekannya diperjalanan.Tanpa disadari RS ternyata diikuti mobil Avanza hitam berkaca gelap.Tepatnya di Jalan Gaperta dirinya diklaksoni terus dari belakang oleh mobil tersebut.

Mengetahui dirinya diikuti,lantas RS memberhentikan laju kendaraannya dan mobil tersebut lewat didepannya keterusan,namun tak jauh dari dirinya berhenti,mobil itu berhenti tiba-tiba dan salah seorang melihat kebelakang,

Kecurigaan pun semakin ada dibenak pria tersebut setelah mobil itu sempat berhenti.Untuk menghindarinya, selanjutnya RS bergerak kembali dan hendak balik arah , namun mobil tersebut antrek panjang sehingga membuat RS nyaris ditabrak.

.
“Pas diklakson dipersimpangan jalan Gaperta \Griya saya gak perduli sekali,namun begitu masuk Jalan Gaperta saya berhenti dan mereka melewati saya,disitulah terlihat penumpangnya tiga orang berambut pendek,salah satunya pakai topi.Saat itu juga saya langsung ngebut dan pas mau balik arah tiba-tiba mobil mereka antrek panjang sehingga saya gak bisa belok dan lurus saja ke Jalan Gaperta dan saya tetap diuber,namun karena sudah banyak pengendara lain,saya tetap ngebut hingga belokan kendaraan ke kawasan Jalan Beringin,”jelasnya seraya menambahkan bahwa dirinya melihat plat belakang hitam semua.

Disebutkannya,bahwa aksi tiga pria yang mengancam nyawanya itu diduga ada kaitannya dengan pemberitaan masalah judi di eks Bandara Polonia,karena bisnis judi bermoduskan Live Musik Dendang Melayu Agogo itu hanya media yang dipimpinnya saja yang terlalu gencar memberitakannya sehingga ditutup polisi akhirnya.

“Saya paling gencar memang memberitakan permainan yang diduga judi itu.Dan ada teman saya wartawan harian,online juga.Namun paling gencar hanya saya.Jadi tidak tertutup kemungkinan ancaman yang dialami saya tadi pagi itu diduga ada kaitannya dengan pemberitaan tersebut,”sebut pria yang pernah meliput konflik GAM-RI di Aceh beberapa tahun lalu ini kepada wartawan.

Lanjutnya,masalah nyawa terancam karena tugas itu urusan yang kuasa,kalau kita kerja dijalan yang benar dan menegakkan hukum,Allah SWT pasti melindungi hambanya,tapi jangan lupa kita selalu memanjatkan doa dan jauhi larangannya.

“Kuncinya perintah Allah SWT kerjakan,pasti kerjaan pun diridhoi dan kita selalu dilindungi dimana pun berada,”sebutnya.(ad)

News Feed