oleh

Diduga Meras Kapolresta,Tiga Oknum Wartawan Dicokok Polisi

OKEBUNG|
Diduga melakukan pemerasan terhadap Kapolresta Tasikmalaya, tiga oknum wartawan salah satu tabloid dibekuk aparat kepolisian.

Dalam melakukan aksinya ketiga pelaku meminta konfirmasi atas potongan gaji sebesar 2,5 persen yang dilakukan Kapolresta terhadap anak buahnya.

Barang bukti diamankan polisi dari tangan tersangka sejumlah ID Card dan uang tunai hasil pemerasan.

Ya, Usman, Pimpinan Redaksi Tabloid Suara Hukum Indonesia dan dua wartawannya, mengelak ketika dituduh telah melakukan pemerasan terhadap Kapolresta Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko. Dirinya bersikukuh tidak meminta uang atas berita yang akan diangkatnya terkait potongan gaji 2,5 persen oleh Kapolresta terhadap anak buahnya.

Meski demikian anggota Satreskrim Polresta Tasikmalaya, telah merekam semua ucapan Usman dan dua wartawannya ketika meminta sejumlah uang terhadap Sekpri Kapolrresta.

Ceritanya bermula ketika Usman dan dua wartawannya datang ke Kota Tasikmalaya untuk konfirmasi atas temuannya terkait fotongan gaji anggota polisi setempat.
Ketika ditemui Sekpri Noffan di Rumah Makan Ampera dekat Masjid Agung Kota Tasik, Usman menolak diberi uang Rp 5 juta. Ugh, dia minta sekitar seratus juta rupiah lebih. Yakin Usman akan memeras, akhirnya Kapolresta Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko membuat bungkusan yang seolah olah uang ratusan juta rupiah.

Setelah barang tersebut berpindah tangan ke pihak Usman dan mereka masuk ke mobilnya, anggota Resmob Satreskrim Polresta Tasikmalaya, langsung membekuknya.

Sempat terdengar letusan senjata polisi agar Usman Cs tidak melarikan diri. Saat itu juga mereka dibawa ke Pos Adipura Tasikmalaya untuk diperiksa.

Menurut Kapolresta, mereka memeras terkait tudingan bahwa Kapolresta memotong gaji anggotanya 2,5 persen untuk zakat.

Dikutip dari rakyatmerdekaonline.com, Saat itu 23 Desember. Usman dan temannya datang ke Mapolresta untuk mencari saya. Kebetulan saya tengah melakukan video conference dengan Kapolri Jenderal Sutarman di Aula Mapolresta,” kata Kapolresta.

Ditambahkan Kapolresta, saat itu mereka menyampaikan permasalahan kepada Sekpri Kapolresta bahwa ada hal yang sangat penting menyangkut Kapolres menyunat atau mengambil kebijakan sendiri tentang pemotongan 2,5 persen untuk zakat.

Mereka pun mengancam jika Kapolresta tidak menemui, maka mereka akan segera melaporkannya kepada Paminal Mabes Polri.

Keseokan harinya mereka mecoba menghubungi Sekpri untuk menanyakan apakah pesan mereka sudah dilaporkan ke Kapolresta atau tidak. Setelah ada pesan tersebut, pihak Kapolresta mencoba berkomunikasi dengan orang tersebut.

Rupanya mereka memeras dengan berdalih menginvestigasi bahwa Kapolresta Noffan telah memotong kurang lebih Rp 900 juta dari dana zakat pegawai.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, Usman dan dua wartawannya digelandang ke Mapolresta Tasikmalaya. Dalam kasus ini polisi menjerat ketiganya dengan pasal pemerasan. Polisi juga tengah mencari korban Usman lainnya. (rmol/net)

Foto:Ilustrasi/

News Feed