oleh

Diduga Korban Traficking, 2 Minggu Anak SMP Menghilang

OKEBUNG|
Florida (40) warga jalan Tuasan Gang Mimbar No. 7C Medan Perjuangan terpaksa harus mendatangi Mapolresta Medan,Rabu (08/04/2015).

Pasalnya,kedatangannya untuk melaporkan atas tidak pulangnya anaknya, Widya Mutiari (16)yang hilang dari rumah. Ironisnya, kepergian anaknya tidak diketahui teman maupun tetangga.

Menurut informasi diperoleh menyebutkan, awal kejadian saat orang tua korban pergi Ziarah ke Langkat, Minggu (29/03/2015) siang. Saat berada didalam rumah, korban bersama adeknya, Triyadi dijemput temannya, Siti untuk keluar rumah.

Hingga kedua orang tuanya datang, korban tidak juga pulang. Setelah beberapa jam tidak pulang, orang tua korban pun mencari keberadaan anaknya ke rumah teman dan keluarganya. Namun tidak ada satu pun yang mengetahui 

keberadaannya. Takut terjadi hal yang diinginkan, orang tua korban pun melaporkan kasus ini ke Polresta Medan dengan Nomor : STTLP/842/K/IV/2015/SPKT Resta Medan.

“Saat kejadian itu, saya sudah mendatangi teman anak saya, Siti, namun saat ditanya SIti selalu menjawab tidak tahu. lalu saat saya tanya anak saya dimana, Siti menjawab bahwa usai dari rumahnya, Widya hendak pergi ke Jalan Bhayangkara,” ujar ayah korban, Kuswandi saat ditemui wartawan.

Kuswandi juga menjelaskan bahwa ada dugaan dari ia bahwa anaknya saat ini menjadi korban perdagangan anak dibawah umur. Hal itu diucapkannya setelah ia mencari informasi melalui paranormal.

“ada kami pergi ke beberapa tempat orang pintar bahwa anak saya ada disekap di Batam, ada juga yang bilang anak saya masih diseputaran Medan, itulah menjadi harapan kami supaya anak kami masih di seputaran Medan, jangan sampai anak kami menjadi korban perdagangan anak dibawah umur,” harapnya.

Selanjutnya, Kuswandi menambahkan ada yang mengatakan bahwa anaknya dibawa kabur oleh teman cowoknya.

“Selama ini kami tidak tahu anak kami punya teman cowok, tapi setelah anak saya hilang saya baru tahu kalo anak saya ada teman cowoknya, (RAP), itu menurut temannya, mungkin juga disimpan teman cowoknya, kami belum tahu jelas,” ucapnya.

Terpisah,Ketua Pokja Perlindungan Anak KPAID Sumut, Muslim Harahap meminta kepada pihak kepolisian untuk segera memberikan perlindungan khusus untuk anakya Kuswadi pada situasi darurat seperti ini.

“Kita sudah mengetahui bahwa anak ini merupakan anak terpelajar, banyak dugaan yang bisa terjadi, jadi saya juga meminta kepada masyarakat, siapa saja yang melihat keberadaan korban untuk menginformasikan ke KPAID Sumut ataupun pihak kepolisian,”ujarnya singkat.(fr\dmin)

Foto|korban\ist

News Feed