oleh

Diduga Bermotif Dendam, Pemilik Sanggar Pentas Seni Tewas Dibunuh

OKEBUNG|
Seketika warga Jalan Letjen Jamin Ginting Medan mendadak heboh. Pasalnya, saat itu warga menemukan pemilik Sanggar Pentas Seni yang berada di Komplek Golden Vista, Indra Tumanggor (40) tewas dengan kondisi kelopak mata sebelah kiri koyak dikamar yang berada di lantai 2 ruko tersebut, Rabu (19/11/2014) sore.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terkuaknya penemuan mayat tersebut berawal dari kecurigaan warga yang melihat pintu ruko yang disewakan korban dengan kondisi terbuka. Maka itu, Lusiana yang merupakan warga yang merasa curiga atas keadaan di dalam ruko tersebutpun menghubungi keluarganya, Odin.

Setelah Odin tiba di lokasi, mereka pun bersama masyarakat masuk ke dalam ruko berlantai 3 tersebut. Saat itu, kamar nomor 2 pun mereka buka.

Alangkah terkejutnya mereka kala itu, lantaran melihat tubuh Hendra sudah terbujur kaku tepat di depan pintu dengan kondisi yang sangat parah. Atas hal tersebutlah, warga pun kemudian menghubungi petugas Polsek Delitua dipimpin Kapolsek Delitua,Kompol Anggoroo Wicaksono.

Mendapat kabar tersebut, petugas pun mendatangi lokasi kejadian. Usai melakukan olah TKP, petugas pun kemudian membawa jenazah ke RS Adam Malik Medan guna dilakukan otopsi.

Kepada wartawan, Kapolsek Delitua, Kompol Anggoro Wicaksono mengatakan,korban merupakan korbaaan pembunuhan. Namun, saat ini pihaknya masih menyelidiki apa mootiif pembunuhan tersebut.

“Korban pembunuhan dia. Ini masih kita selidiki motifnya apa. Dipastikan korban dibunuh tadi dinihari. Sabar ya kita masih selidiki. Untuk dugaan sementara, ini motifnya dendam,” ucapnya singkat.

Sementara itu, warga yang menemukan jenazah tersebut hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas Polsek Delitua.Pantaun,akibat peristiwa tersebut arus lalu lintas dikawasan tersebut mengalami kemacetan.

Tiba-tiba saja, seorang lelaki menggunakan kaos putih mendatangi lokasi kejadian tersebut. Saat itu, lelaki yang belakangan diketahui bernama Galumbang tersebut menanyakan keberadaan adiknya yakni Hendra.

“Dibawa kemana adik saya? Itu adik saya,” ucapnya bingung.

Melihat hal tersebut, petugas pun mengatakan kalau korban sudah berada di RS Adam Malik Medan. Mendengar hal tersebut, Galumbang pun kemudian pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Selain itu, tepat di dinding tembok yang hanya berjarak 4 meter dari lokasi kejadian tampak sebuah iklan promosi menerima murid tari di dampingi foto korban semasa hidup. Namun, saat itu terpampang jelas nama korban Kak Indra. (ssg)
Foto:korban/

News Feed