oleh

Diculik 9 Pria Ngaku Polisi,Massa IMM Sumut Demo ke Poldasu

OKEBUNG|
Puluhan massa mengatasnamakan sebagai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara kembali berunjuk rasa ke Mapoldasu, Senin (02/02/2015) pagi.

Kedatangan massa kali ini, selain menuntut penuntasan kasus dugaan penipuan yang menyeret nama Plt Bupati Tapanuli Tengah, Sukran Jamilan Tanjung, massa juga menuntut Bidang Propam Polda Sumut untuk mengusut pengaduan mereka, terkait 3 orang rekan mereka yakni Budi Setiawan, Tri Arjuna Barus dan Muhammad Abdullah yang diculik 9 pria mengaku Polisi.

” Kami berangkat dari basecamp kami di Jalan Sekata, untuk memasang stiker. Namun, saat kami di Jalan Sisingamangaraja simpang Jalan HM Jhoni, kami didatangi seorang pria mengaku polisi. Kami mengabaikan dan pergi, namun pria itu mengikuti, ” ungkap Budi di sela-sela aksi mereka.

Lebih lanjut, Budi menyebut kalau pria yang mengendarai 3 unit mobil dan 2 unit sepeda motor itu, mengikuti mereka, hingga ke Jalan AR Hakim. Saat di Jalan AR Hakim itulah, disebut Budi kalau dirinya dan 2 rekannya dipaksa masuk ke dalam mobil dan dibawa ke Ina Dharma Deli di Jalan Balai Kota.

Saat di halaman Ina Dharma Deli itulah, diakui Budi kalau dirinya dan 2 rekannya diteror secara verbal, bahkan diancam.

” Mereka meminta kami untuk tidak mengurusi kasus yang melibatkan Plt Bupati Tepteng. Bahkan, kami disuruh menandatangani surat pernyataan. Setelah itu, kami dibawa ke Polresta Medan dan mereka membuat laporan Polisi. Namun, kami bisa tidak ditahan setelah rekan kami menjamin. Namun, karena kami tidak menerima dengan hal itu, kami mengadu ke Bidang Propam Poldasu, ” tandas Budi.

Sementara saat disinggung soal kasus dugaan penipuan Bidan PTT oleh Plt Bupati Tapteng, dikatakan Budi kalau pihaknya menuntut ketransparanan Poldasu. Mereka meminta Poldasu bersikap tegas dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus itu.

Terlebih, disebut Budi kalau informasi diterima pihaknya kalau hasil gelar perkara kasus itu menyebutkan kalau Sukran Jamilan Tanjung, sudah dapat menjadi tersangka dalam kasus itu.

” Kami juga mempertanyakan AKBP Juliana Situmorang yang diduga berada di Hotel Bumi Asih, Tapteng pada tanggal 18,19 dan 20 Desember 2014. Kalau memang keberadaannya di sana karena tugas, beri keterangan pada kami dan tunjukan surat tugas atas keberadaan di sana itu, “teriak massa dengan pengeras suara sembari menambahkan memang Syukran yang diketahui telah berstatus sebagai tersangka namun hingga kini masih jauh dari sentuhan hukum.(el)

News Feed