oleh

Diajak Jalan-Jalan Di Pinggir Sungai,Gadis 13 Tahun Diperkosa

OKEBUNG|
Seorang gadis remaja bersia 13 tahun nyaris saja menjadi korban pemerkosaan bergilir oleh 10 orang pria. Pun begitu, 1 dari 10 pria tersebut tak perduli dengan isak tangis korban dan akhirnya memperkosa korban.

Sebut saja Bunga, warga Jl. Klambir V Kec Hamparan Perak ini ditonton 9 pria lain saat diperkosa oleh pelaku yang disebut berinisial F (18) yang juga merupakan tetangga korban.

Peristiwa itu dialami oleh Bunga, Selasa (16/06/2015) malam di pinggiran sungai Hamparan Perak yang berjarak sekira 300 meter dari kediaman korban.

Malam itu, korban diajak jalan-jalan oleh pelaku ke pinggiran sungai tersebut dengan berjalan kaki. Karena merasa bosan di rumah, Bunga pun menuruti permintaan pelaku. Setibanya di tempat sepi dan gelap itu, seperti sudah direncanakan, satu per satu teman pelaku datang hingga mereka berjumlah 10 orang.

Setelah semua teman pelaku mulai berdatangan, korban sempat mengajak F untuk pulang, namun F malah menahannya dan justru langsung menyergap Bunga. Saat itu, Bunga langsung berontak, namun 2 dari 9 orang teman pelaku yang datang turut membantu F untuk melucuti pakaian Bunga, bahkan keduanya juga ikut menggereyangi tubuh Bunga, namun dari pengakuan Bunga, hanya F lah yang melakukan pemerkosaan itu terhadap dirinya, sementara kedua teman F yang ikut melucuti pakaiannya hanya sebatas memegangi tubuh dan menggereyanginya, sedangkan teman pelaku lain hanya mendengar jerit isak tangis korban ditengah kegelapan malam.

Tuntas melampiaskan nafsunya, teman F yang lain tak ada yang mau melanjutkan pemerkosaan itu, entah karena masih amatir di dunia sex atau merasa kasihan melihat Bunga yang menangis saat itu, namun tak satupun yang mau melanjutkan aksi bejat pelaku.

Bunga sendiri langsung memakai pakaiannya sambil menangis merasa sakit dikemaluannya serta perasaan yang hancur setelah menyadari kesuciannya sudah hilang.

Mengetahui itu, orang tua korban berupaya menutupi kasus tersebut agar F tidak kabur dari kampung itu. Mereka pun mendatangi Polsek Hamparan Perak untuk membuat laporan hari itu juga, namun karena tidak ada Unit PPA di sana, mereka akhirnya pergi ke Polsek Medan Helvetia, namun karena lokasi tersebut berada di wilayah hukum Polres Labuhan, mereka akhirnya dianjurkan untuk membuat pengaduan ke Polres Labuhan.

Karena orang tua korban tidak memahami bagaimana letak wilayah hukum tersebut, mereka akhirnya datang ke Polresta Medan pada Kamis (18/06/2015) siang.

Namun lagi-lagi mereka diarahkan ke Polres Labuhan untuk membuat laporan tersebut. Dengan penuh rasa kecewa, akhirnya Bunga bersama ibunya pergi meninggalkan Polresta Medan dan menuju ke Polres Labuhan.

Salah seorang keluarga korban sempat membuka sedikit cerita soal kejadian tersebut sebelum mereka meninggalkan Polresta Medan.

“Kejadiannya malam Rabu (Selasa malam) kemarin. Dia diajak pelaku jalan-jalan ke pinggir sungai di belakang rumahnya. Karena dia bosan makanya dia mau aja pergi dengan pelaku dek,” sebut wanita paruh baya ini mengulang pengakuan Bunga kepadanya.

“Kalau kata dia (korban) memang cuma 1 orang yang memperkosanya, yang dua orang lagi membantu pelakunya membukakan bajunya sama megang-megang anggota tubuhnya, sedangkan yang lainnya cuma melihat saja,” tambah wanita berjaket cokelat ini lagi.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Labuhan AKP Bambang Hutabarat mengaku belum ada menerima laporan korban.

“Belum ada kita terima laporan korban itu, tapi nanti coba saya cek dulu,” sebutnya singkat melalui via sms.(ropen)

News Feed