oleh

AS Desak Penuntasan Kasus Munir, Mahfud Siddiq Angkat Bicara

OKEBUNG|
Terkait dengan adanya desakan dari Amerika Serikat terhadap penuntasan kasus Munir Said Thalib yang tewas diracun dalam perjalanan ke Belanda diatas pesawat pada tahun 2014 lalu.

Ketua Komisi I DPR, Mahfud Siddiq angkat bicara.Dia menyebutkan,meskipun tanpa adanya dorongan dari Amerika Serikat (AS), pemerintah Indonesia harus menuntaskan kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib. Penuntasan kasus ini bukan sekedar hilangnya nyawa seseorang, tapi lebih kepada penegakan demokrasi.

“Kalau saya melihat terlepas dari ada surat Menlu AS. Dari kasus Munir kita semua sebagai bangsa meminta untuk diselesaikan secara utuh. Kan fakta yang terungkap terang benderang telah terjadi pembunuhan terhadap Munir sebagai warga negara dan juga aktivis demokrasi,” sebutnya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (08/09/2014).

 
Lanjutnya,persoalan ini memang sejatinya menjadi tanggung jawab negara dan pemerintah, baik yang berkuasa saat ini maupun pemerintahan yang akan berkuasa. “Kalau surat itu bukan faktor yang terlalu menentukan, yang penting iktikad politik kita,” tandasnya.
 
Melansir okezone.com.Sikap yang ditunjukkan AS, menurutnya, merupakan hal yang biasa. Karena sebagai negara adidaya mereka merupakan polisi dunia dan mereka memang kerap melakukan hal seperti ini, tidak hanya kepada Indonesia.
 
Sebagaimana diketahui, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS), Jhon Kerry turut memperingati 10 tahun tewasnya Munir yang tewas diracun saat melakukan penerbangan ke Belanda. Dalam surat elektroniknya,Menlu AS mengatakan Munir telah menghidupkan demokrasi di Indonesia. Namun, hingga saat ini keadilan belum juga ditemukan untuk penuntasan kasus pembunuhannya. (Admin)

Foto:Munir/Dok/Net/

News Feed