oleh

Dandim 0201/BS: Dress Code “Back to ’45” di Syukuran Hari Juang TNI AD Agar Tak Lupa Sejarah

OKEBUNG|
Syukuran Hari Juang TNI AD Tahun 2019 yang digelar di Balai Prajurit Makodam I/BB dengan dress code “Back to ’45”, dinilai Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, punya makna tersendiri bagi Prajurit TNI AD.

“Dress code ‘Back to ’45” atau ‘Back to Nature’ di acara syukuran ini tujuannya agar kita khususnya para Prajurit TNI AD sebagai generasi masa kini, tidak lupa akan sejarah kelahiran Angkatan Darat yang setiap tahun diperingati pada tanggal 15 Desember,” ucapnya.

Dengan mengenakan pakaian tempo dulu, lanjut Kolonel Roy Sinaga, maka kita sebagai generasi muda diajak untuk kembali kepada masa dulu di mana para pahlawan berjuang dengan gigih, tanpa pamrih dan mengorban jiwa serta raganya hanya untuk mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Diakui Kolonel Roy Sinaga, ide mengenakkan dress code “Back to ’45” dalam acara syukuran Hari Juang TNI AD Tahun 2019 di Makodam I/BB ini datang dari Pangdam, Mayjen TNI MS Fadhilah.

“Panglima (Pangdam I/BB) berinisiatif untuk mengenakan pakaian tempo dulu yang tujuannya tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga sekaligus sebagai bentuk penghargaan tertinggi dadi generasi TNI AD yang ada pada masa kini,” terang Dandim.

Dress code “Back to ’45” dalam acara syukuran memeringati Hari Juang TNI AD Tahun 2019 seperti ini, diakui Roy juga dilaksanakan di seluruh jajaran Kodam I/BB yang meliputi empat provinsi, yakni Sumut, Riau, Sumbar dan Kepri.

“Jadi poin utama dari mengenakan pakaian tempo dulu di acara syukuran ini adalah untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, di samping sebagai upaya bagi generasi saat ini untuk tida melupakan sejarah lahirnya TNI AD yang ditandai dengan peristiwa direbutnya kembali Ambarawa oleh Laskar Pejuang yang dipimpin Kolonel Soedirman atau kita kenal dengan Pak Dirman,” pungkas Roy yang sebelumnya menjabat Kapendam I/BB itu.

Di acara syukuran ini, tidak hanya dress code “Back to ’45” yang dikenakan oleh Pangdam, dan Kasdam, Brigjen TNI Untung Budiharto serta para PJU Kodam I/BB lainnya, tetapi perangkat makan, seperti cangkir yang terbuat dari kaleng dan tudung saji juga ikut menggambarkan suasana di masa perjuangan tempo dulu.

Bahkan menu makanan yang dihampar di atas daun pisang sebagai pengganti piring, juga mengidentikkan dengan masa lalu. Yakni nasi urap plus ikan asin, tempe, tahu, telur rebus dan sambal.

Para tamu dan undangan terhormat yang hadir di acara, sepert Gubsu Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi, Danlantamal I Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid Kacong, Pangkosekhanudnas III Medan, Marsma TNI Djohn Amarul S AB, perwakilan Kapoldasu, Kabinda Sumut, Brigje TNI Ruruh A Setyawibawa, Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb Meka Yudanto dan unsur Forkopimda Sumut lainnya, terlihat begitu menikmati menu tempo dulu yang disajikan.

“Luar biasa Pangdam I/BB ini. Bahkan sejak saya masih Danki dan dia Danton, selalu saja ada ide-ide cemerlang untuk menghidupkan suasana. Seperti syukuran ini. Kalau bukan karena Pangdam yang memerintahkan, saya rasanya tak mungkin hadir dan berlama-lama di sini,” ungkap Gubsu Edy Rahmayadi dalam pidatonya di sela acara.

Sumber: Pendim 0201/BS

News Feed