oleh

Dalam Setahun, Dua Kali Australia Sadap Telkomsel

OKEBUNG
Kasus penyadapan kembali terjadi terhadap Indonesia.Kali ini kasus penyadapan mulai memanas. Hal ini dipicu terkait kabar pemerintahan Australia dan Selandia Baru yang diduga melakukan penyadapan terhadap dua operator besar di Indonesia, Telkomsel dan Indosat.

Sebelumnya, Australia pernah menyadap beberapa telefon pejabat pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kini masa-masa itu terulang kembali pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melalui dua operator terkemuka di Indonesia yakni Telkomsel dan Indosat.

Berita penyadapan melalui dua operator terkemuka tersebut juga pernah terjadi sekira satu tahun silam. Penyadapan tersebut dilakukan oleh Australia dan Amerika Serikat dengan sasarannya meliputi para pejabat dan tokoh, serta para tersangka teroris yang sering beraksi di Indonesia.

Dari kedua operator tersebut, Intelijen Australia dan Amerika Serikat berhasil membongkar enkripsi sekira 1,8 juta pelanggan. Hal ini dipaparkan oleh Mantan anggota intelijen National Security Agency (NSA) Edward Snowden. Kedua negara tersebut berhasil mengakses data Telkomsel dan Indosat sejak 2013.

Satu tahun berlalu, kini bersama dengan Selandia Baru, Australia menyadap kembali dua operator ternama tersebut. Berdasarkan laporan yang beredar, Australia dan Selandia Baru mencoba untuk mencegat komunikasi satelit dan kabel telekomunikasi bawah laut.

Pengintain tersebut meliputi catatan panggilan data yang dikirim melalui File Transfer Protocol (FTP) dan mengamati gateway kompresi suara Telkomsel.

Penyadapan yang dilakukan Australia dan Selandia Baru itu melalui operator Telkomsel diduga untuk menjatuhkan Presiden Jokowi, mengingat hubungan Indonesia- Australia sedang memanas terkait rencana eksekusi mati duo Bali Nine.
(okz\admin)

Foto|ilustrasi\

News Feed