oleh

Dalam 6 Bulan,Rp 3,7 Triliun Uang Negara Ludes Dikorupsi

JAKARTA-OKB|
Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali merilis hasil tren korupsi semester I di tahun 2014. Menurut data dari ICW,bahwa jumlah kerugian negara akibat adanya dugaan tindak pidana korupsi di Indonesia mencapai Rp 3,7 triliun pada semester I tahun 2014.

Koordinator ICW Divisi Investigasi, Tama S Langkun mengatakan kendati jumlah tersangka dari tahun 2013 semester I sampai tahun 2014 semester I mengalami penurunan sebanyak 18 tersangka, namun untuk kasusnya mengalami peningkatan sebanyak 15 kasus dari tahun 2013 semester I sampai tahun 2014 semester I.

“Ada peningkatan di jumlah kasusnya dan penurunan jumlah tersangka,” tutur Tama dalam konferensi persnya di kantor ICW, Jakarta Selatan, Minggu (17/08/2014)seperti dikutip dari merdeka.com.

ICW menilai ada tiga kasus besar yang diduga kuat berpotensi merugikan negara sangat besar yaitu dugaan tindak pidana korupsi pengadaan E-KTP dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 1,12 triliun, dugaan tindak pidana korupsi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji di Kementerian Agama dengan potensi kerugian negara Rp 1 triliun.

“Kedua kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh lembaga korupsi,” jelasnya.

Kemudian yang terakhir, dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan seluruh permohonan keberatan wajib pajak atas Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) PPh Badan PT BCA, Tbk tahun pajak 1999 sebesar Rp3 75 miliar.

“Ketiga kasus itu berpotensi menimbulkan kerugian negara cukup besar,” tukasnya.

Latar belakang ICW merilis hasil tren korupsi tersebut dikarenakan tingginya laporan dugaan tindak pidana korupsi yang disampaikan masyarakat kepada institusi penegak hukum dan minimnya ketersediaan sumber informasi tentang penanganan kasus korupsi yang terjadi di Indonesia.

ICW sendiri menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengungkap tren korupsi tersebut dan menggunakan berbagai data yang berasal dari website resmi dari institusi penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, KPK dan Mabes Polri serta beberapa media cetak dan online yang dipantau dari 1 Januari-30 Juni 2014.(mdk) (admin)

Foto:Ilustrasi korupsi /

News Feed